Puncak Hari Santri 2026 di Samarinda Serukan Generasi Berakhlak dan Melek Teknologi

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:17 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat menjadi inspektur upacara dalam Hari Santri Nasional Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN).
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat menjadi inspektur upacara dalam Hari Santri Nasional Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN).

 

SAMARINDA – Sekitar 2.500 santri memadati halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Jalan Harmonika, Samarinda Kota, Kamis (22/10/2026) pagi, dalam upacara puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026. 

Momentum ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang religius, berilmu, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengajak para santri agar tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya peran generasi pesantren dan madrasah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.  Dalam kesempatan itu, Saefuddin Zuhri membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menjelaskan pentingnya meneruskan perjuangan para ulama dan santri melalui karya, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Menurutnya, tantangan masa depan menuntut santri untuk mampu memadukan kekuatan akhlak dan spiritualitas dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan berinovasi.  “Jadikan Hari Santri sebagai titik tolak untuk terus bertumbuh. Santri harus tekun menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan berani mengembangkan potensi agar kelak mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Ia menekankan, peringatan Hari Santri tidak semestinya berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi dorongan bagi para santri untuk membangun kebiasaan positif, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

Ia juga berharap para santri di Samarinda dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.

“Ilmu yang dipelajari hendaknya menjadi bekal untuk membawa kebaikan. Santri harus mampu menunjukkan bahwa nilai-nilai agama, kecerdasan, dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan beriringan dalam membangun daerah maupun bangsa,” ungkapnya.  Lebih jauh, ia memandang pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan kemampuan bersaing. 

Karena itu, lingkungan pesantren dan madrasah diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berkarakter sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Para santri juga didorong untuk berani berkarya, melahirkan gagasan kreatif, serta memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan.  “Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045, ketika generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam berbagai bidang pembangunan,”pungkasnya.

Bagi Kota Samarinda, keberadaan santri merupakan potensi penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berintegritas, berpengetahuan, dan memiliki semangat kebersamaan.  Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini pun menjadi ajakan bersama untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus membuka ruang bagi santri agar semakin aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Dengan bekal ilmu, akhlak, kreativitas, dan kepedulian, santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus perjuangan para ulama, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang membawa manfaat bagi Samarinda dan Indonesia. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda