Dukung RS KORPRI, Andi Harun Minta Kajian Tampungan Air 13.000 Meter Kubik

Indra Zakaria • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:24 WIB
Wali Kota Samarinda saat menerina audiensi pihak Pemprov Kaltim terkait pembangunan RSUD Korpri, Jumat (23/10/2026)
Wali Kota Samarinda saat menerina audiensi pihak Pemprov Kaltim terkait pembangunan RSUD Korpri, Jumat (23/10/2026)
  

SAMARINDA – Pembangunan rumah sakit menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, di tengah upaya menghadirkan fasilitas kesehatan baru, aspek keselamatan warga dan kelestarian lingkungan tetap harus menjadi perhatian utama. 

Prinsip itu ditegaskan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat membahas rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) KORPRI bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam pertemuan di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Jumat (23/10/2026) kemaren, Dinkes Kaltim memaparkan rencana pembangunan RS KORPRI. Andi Harun mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang dibangun antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota tersebut. 

Menurutnya, sinergi antarpemerintah diperlukan agar pembangunan berjalan lancar sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi risiko banjir.  “Namun, kelancaran pembangunan harus tetap memperhitungkan kondisi lingkungan dan potensi risiko banjir,” ungkap Andi Harun saat ditemui awak media. Sabtu (24/7/2026). 

Ia menjelaskan, berdasarkan peta yang tersedia, kawasan pembangunan tersebut merupakan daerah resapan air yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya mitigasi banjir.  Andi Harun menilai, sejak awal dirinya telah mengingatkan agar perencanaan pembangunan mempertimbangkan penggunaan sistem fondasi pancang untuk menjaga fungsi resapan air.

Namun, karena lahan telah terlanjur ditimbun, diperlukan penyesuaian perencanaan guna mengantisipasi dampaknya terhadap lingkungan dan kawasan di sekitarnya.  “Tapi karena lahan telah terlanjur ditimbun, diperlukan penyesuaian perencanaan untuk mengantisipasi dampak terhadap lingkungan dan kawasan sekitarnya,” jelas Andi Harun.

Salah satu aspek teknis yang menjadi perhatian ialah kebutuhan kapasitas tampungan air sekitar 13.000 meter kubik. Kapasitas tersebut diperlukan untuk mengompensasi fungsi tampungan air yang sebelumnya tersedia di kawasan pembangunan.

Andi Harun menekankan, kebutuhan itu harus dikaji secara cermat agar solusi yang ditetapkan benar-benar efektif dalam mengendalikan potensi banjir.  “Intinya, saya sangat mengapresiasi koordinasi ini. Saya tidak ada masalah dengan pembangunan rumah sakit. Yang terpenting, pengendalian banjirnya harus bisa kita pertanggungjawabkan bersama kepada masyarakat,” tegasnya.  Untuk itu, Andi Harun siap mendukung kelancaran pembangunan rumah sakit yang dilaksanakan PemprovKaltim. 

Meski demikian, dukungan tersebut harus disertai langkah mitigasi yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Ia mengingatkan agar keputusan teknis tidak diambil hanya berdasarkan perkiraan, mengingat dampaknya berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. “Kita di Pemkot Samarinda siap membantu kelancaran pembangunan rumah sakit ini. Tetapi, kita tidak boleh berspekulasi karena ada masyarakat di belakang kita. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” Tutup Andi Harun. (adv/diskominf/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda