Edukasi Gizi hingga Tumbuh Kembang Balita, Temindung Permai Dorong Generasi Sehat

Indra Zakaria • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:27 WIB
Para peserta yang mengikuti sosialisasi stunting di kelurahan Temindung Permai.
Para peserta yang mengikuti sosialisasi stunting di kelurahan Temindung Permai.

SAMARINDA – Upaya mencegah stunting perlu dimulai sejak dini, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Pemenuhan gizi selama kehamilan, pola asuh yang tepat, hingga pemantauan tumbuh kembang balita menjadi langkah penting untuk memastikan anak tumbuh sehat dan optimal.

Kesadaran inilah yang diperkuat melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Temindung Permai tersebut difasilitasi pemerintah kelurahan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Hasan Basri bersama para ketua RT. Jum'at (23/10/2026). Sosialisasi menghadirkan dua dokter dari Puskesmas Remaja yang memberikan edukasi mengenai gizi dan kesehatan, khususnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang balita.

Kaepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Temindung Permai, Rita Yuliana, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Menurutnya, pemahaman tersebut perlu diperkuat, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang memiliki balita.  “Fasilitasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang benar, serta penerapan PHBS,” Ungkap Rita saat dihubungi melalui sambungan seluler, Sabtu (24/10/2026).

Ia menilai edukasi yang berkelanjutan dapat membantu keluarga memahami langkah-langkah sederhana yang berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak.

Selain edukasi gizi, Rita menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pemeriksaan berat dan tinggi badan menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan anak sekaligus mengenali lebih awal apabila terdapat indikasi gangguan pertumbuhan. 

“Cara ini juga penting untuk mengajak masyarakat aktif membawa anak ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan secara rutin, sehingga risiko stunting atau masalah tumbuh kembang dapat terdeteksi sejak awal,” jelas Rita. Selain itu, Rita menambahkan, pencegahan stunting juga membutuhkan akses layanan kesehatan yang optimal agar bantuan gizi dan intervensi kesehatan dapat diberikan sesuai kebutuhan. 

Karena itu, koordinasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan unsur masyarakat lainnya perlu terus diperkuat.  “Fasilitasi ini juga membangun kerja sama lintas sektor untuk bersama-sama mendukung lingkungan yang sehat dan bebas stunting,” ucapnya.  Rita berharap sosialisasi tersebut mendorong masyarakat semakin aktif menjaga asupan gizi keluarga dan memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin.  “Kami berharap ada kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat,” Tutupnya. (adv/diskominfo/smd)

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda