SAMARINDA – Di tengah padatnya tanggung jawab memimpin pemerintahan Kota Samarinda, Wali Kota Andi Harun tetap meluangkan waktu untuk berbagi ilmu di ruang akademik. Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan publik, tetapi juga melalui pendidikan untuk membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu memahami persoalan hukum secara mendalam.
Andi Harun menjalankan aktivitas akademiknya dengan mengajar mata kuliah Politik Hukum Agraria dan Lingkungan di Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda. Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa diajak memahami keterkaitan antara hukum, kebijakan publik, serta persoalan agraria dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman regulasi, tetapi juga pada kemampuan menganalisis persoalan dan menilai penerapan hukum secara objektif. "Mahasiswa hukum perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan menyusun argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Andi Harun. Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, penguasaan teori harus diimbangi dengan pemahaman terhadap realitas sosial agar ilmu yang dipelajari dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat. “Ilmu hukum tidak cukup hanya dipahami," tegas Andi Harun.
Mahasiswa harus mampu membaca persoalan secara kritis, memahami konteksnya, serta menyusun argumentasi yang logis dan bertanggung jawab. Andi Harun juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, menguji argumentasi, dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun tradisi akademik yang sehat sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
Terlebih, persoalan agraria dan lingkungan membutuhkan pemahaman yang menyeluruh karena berkaitan dengan kepastian hukum, kepentingan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.
Agenda akademik Andi Harun berlanjut di Universitas Terbuka (UT) Samarinda melalui mata kuliah Praktik Peradilan Pidana dan Perdata. Dalam mata kuliah tersebut, pemahaman terhadap proses peradilan menjadi bagian penting untuk mengenalkan mahasiswa pada penerapan hukum dalam praktik, termasuk pentingnya ketelitian, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan proses hukum.
Bagi Andi Harun, menjalankan tugas sebagai kepala daerah dan mengajar merupakan dua bentuk pengabdian yang saling melengkapi. “Memimpin pemerintahan merupakan tanggung jawab untuk melayani masyarakat, sedangkan mengajar adalah bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang penting bagi masa depan bangsa,” jelas Andi Harun.
Melalui aktivitas akademik tersebut, Andi Harun berharap mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai insan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan (adv/diskominfo/smd)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co