Perkuat Budaya Antikorupsi, Muhammad Joni Siapkan Kolaborasi Lintas Sektor di Samarinda Utara

Indra Zakaria • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:31 WIB
Camat Samarinda Utara, Muhammad Joni
Camat Samarinda Utara, Muhammad Joni

SAMARINDA – Membangun budaya antikorupsi membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat.  Semangat tersebut menjadi salah satu fokus persiapan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Kota Samarinda Tahun 2026, yang dirancang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat integritas dan kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih. Kecamatan Samarinda Utara, turut menghadiri rapat koordinasi persiapan HAKORDIA 2026 yang diselenggarakan Inspektorat Kota Samarinda. 

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, pembagian peran perangkat daerah, serta pelibatan masyarakat di 10 kecamatan.  Camat Samarinda Utara, Muhammad Joni meninlai koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar kegiatan dapat berjalan terarah dan menjangkau masyarakat secara luas. 

“Persiapan ini membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga memahami pentingnya integritas dan berani membangun kebiasaan antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkap Joni melalui sambungan seluler. Sabtu (24/10/2026).

Rapat koordinasi itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, DPPKB, Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Disporapar, Bapenda, Diskominfo, serta unsur terkait lainnya. 

Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan memperkuat kesiapan teknis dan dukungan lintas sektor. Joni menilai, kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan setiap unsur memahami tugasnya sehingga pelaksanaan HAKORDIA tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga membawa pesan yang dapat diterapkan dalam pelayanan publik.

Dalam pembahasan tersebut, rangkaian HAKORDIA 2026 direncanakan melibatkan 10 kecamatan di Kota Samarinda dan diarahkan untuk mendukung upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui gerakan kolosal yang dipusatkan di GOR Segiri Samarinda. Kegiatan ini direncanakan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. 

Joni menyebut keterlibatan banyak unsur menjadi kesempatan untuk memperluas edukasi antikorupsi sejak dini.  “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian bersama. Budaya antikorupsi harus dibangun secara konsisten, bukan hanya diperingati pada momentum tertentu,” katanya.

Khusus di Kecamatan Samarinda Utara, Lapangan Bola Bedeng diusulkan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Persiapan selanjutnya akan memerlukan koordinasi bersama pihak kelurahan, ketua RT, sekolah, PKK, Dasawisma, Karang Taruna, kelompok masyarakat (Pokmas), serta unsur warga lainnya. 

Peserta yang direncanakan terlibat mencakup pelajar SD dan SMP, aparatur sipil negara (ASN), pengurus lingkungan, organisasi pemberdayaan keluarga, hingga kelompok kepemudaan.

Joni menegaskan, kesiapan lokasi dan keterlibatan peserta perlu dibahas secara terkoordinasi agar kegiatan dapat berlangsung tertib.  “Kami akan mendorong komunikasi dengan kelurahan dan seluruh unsur masyarakat untuk mematangkan persiapan. Partisipasi warga menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan antikorupsi secara lebih dekat dan nyata,” Jelasnya.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkot Samarinda diharapkan dapat menyatukan langkah perangkat daerah dan masyarakat dalam menyukseskan HAKORDIA 2026.  Bagi Joni, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta atau pencapaian rekor, melainkan juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjunjung integritas dan menolak praktik korupsi. 

“Harapan kami, semangat HAKORDIA terus hidup setelah kegiatan selesai. Integritas harus tercermin dalam tindakan sehari-hari, baik dalam pelayanan pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda