PROKAL.CO, SAMARINDA — Kualitas udara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berada dalam kategori sangat tidak sehat pada Minggu (25/10/2026) pagi. Berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang ditampilkan dalam data BMKG, konsentrasi PM2.5 di Samarinda mencapai 216 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 Wita.
Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung.
Grafik riwayat konsentrasi PM2.5 pada hari yang sama memperlihatkan kualitas udara yang memburuk sejak dini hari. Pada pukul 00.00, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 263 mikrogram per meter kubik, sebelum turun menjadi sekitar 190 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00.
Konsentrasi partikulat kemudian berada di kisaran 102–125 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 hingga 06.00. Namun, angka tersebut kembali meningkat menjadi sekitar 194 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 dan sekitar 216 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00.
Data tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 di Samarinda mengalami fluktuasi sepanjang pagi. Meski sempat menurun setelah tengah malam, konsentrasi partikulat kembali meningkat menjelang pagi.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat memperburuk gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan, khususnya pada kelompok sensitif.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator berstandar N95 atau yang setara, juga dapat dipertimbangkan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.Warga, terutama kelompok rentan, disarankan memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber resmi dan membatasi paparan polusi apabila konsentrasi partikulat masih tinggi.
Sebelumnya, pada hari Sabtu 24 November 2026, kebakaran lahan terjadi di jl Kenangan Indah RT 6 Makroman. Saat kejadian api membesar mendekati rumah warga berada sekitar lokasi. "Api semakin membesar mendekati bbeberapa rumah warga. Petugas pemadam yang datang dari Damkar Posko VIII," ujar salah satu relawan.
Mendapati laporan relawan ini, tim BPBD Samarinda meluncurkan armadanya untuk memadamkan kebakaran lahan di Makroman. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co