PROKAL.CO, SAMARINDA — Kebakaran melanda sebuah rumah bangsalan di Jalan Gerilya Gang Sepakat 17, RT 101, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Minggu (1/11/2026) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang anak berusia 6 tahun atas nama Ramadan meninggal dunia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hendra AH mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari Pusat Komunikasi (Puskom) sekitar pukul 07.45 Wita. Petugas kemudian diberangkatkan lima menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.55 Wita. "Petugas langsung melakukan penanganan setelah tiba di lokasi. Operasi pemadaman dimulai pukul 08.00 Wita dan dinyatakan selesai sekitar pukul 08.50 Wita," kata Hendra.
Menurut dia, kebakaran menghanguskan sebagian bangunan dengan luas area terdampak sekitar 3 meter x 4 meter. Rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan lima jiwa. Hendra menjelaskan, proses pemadaman melibatkan dua unit kendaraan operasional dan enam personel Disdamkarmat Samarinda. Selain itu, penanganan juga didukung relawan pemadam kebakaran serta satuan pemadam kebakaran swasta.
"Unsur terkait turut membantu pengamanan dan penanganan di lokasi, di antaranya Polsek Sungai Pinang, Satlantas Polresta Samarinda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Patroli Beat 110, dan Satpol PP," ujarnya. Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa akses pintu bangunan yang terkunci. Meski demikian, operasi pemadaman dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam sejak petugas mulai bekerja.
Terkait penyebab kebakaran, Hendra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian. Dengan demikian, penyebab pasti peristiwa tersebut belum dapat dipastikan.
Disdamkarmat Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Pemeriksaan instalasi listrik dan memastikan akses keluar rumah tidak terhalang menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran serta mengurangi risiko jatuhnya korban.
Sementara itu, Ketua Relawan ITS TRC, Joko Iswanto menjelaskan lokasi bangsalan yang terbakar dihuni oleh ibu dengan tiga anak.
"Saat kejadian, ibu dengan dua anaknya menyelamatkan diri. Namun, naas, seorang anaknya lagi paling tua tak bisa diselamatkan. Sang ibu sempat meminta warga meminta tolong anaknya tetapi sudah tak sempat," katanya.
Joko menambahkan warga pun tak bisa masuk ke dalam kamar korban karena asap pekat. Warga terpaksa menjebol pintu samping yang dilengkapi teralis besi. "Pertama kali ditemukan, korban posisi telengkup dengan penutup selimut," jelasnya. Untuk menyelidiki kasus ini lebih jelas, kepolisian dari Polres Samarinda akan menurunkan Puslabfor Surabaya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co