Saefuddin Zuhri: Perjuangan Santri Masa Kini Harus Dilanjutkan dengan Ilmu dan Akhlak

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 22:26 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat menghadiri acara Lailatul Ijtima Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Sempaja Utara (PRNU SEMUT) ke-43.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat menghadiri acara Lailatul Ijtima Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Sempaja Utara (PRNU SEMUT) ke-43.

SAMARINDA – Semangat perjuangan santri tidak berhenti pada sejarah perjuangan merebut kemerdekaan. Di tengah perubahan zaman, nilai perjuangan tersebut perlu terus dihidupkan melalui pendidikan, penguatan karakter, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., saat menghadiri Lailatul Ijtima Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Sempaja Utara (PRNU SEMUT) ke-43 yang dirangkai dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2026/1448 H.

Kegiatan berlangsung di Majelis Ta'lim Al Hikam, Masjid Al Hikam Lit Taib, Jalan Saliki, Kelurahan Sempaja Utara, Sabtu (31/10/2026) malam. Selain pengajian, agenda tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturahmi warga Nahdliyin serta diisi pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Dalam sambutannya, Saefuddin mengajak para santri dan generasi muda untuk menjadikan momentum Hari Santri sebagai pengingat pentingnya menuntut ilmu, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, perjuangan santri pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu para santri mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui semangat Resolusi Jihad, saat ini perjuangan dapat diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kemampuan mengendalikan diri.
“Kalau dahulu para santri berjuang melalui semangat Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan, sekarang perjuangan itu harus dilanjutkan dengan kesungguhan menuntut ilmu, memperbaiki kualitas diri, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman,” Ungkap Saefuddin.

Ia menegaskan, pendidikan dan pembentukan karakter menjadi modal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan. 

Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan agar mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan pernah berhenti belajar. Santri harus memiliki semangat untuk terus berkembang, memperluas wawasan, dan menjaga nilai-nilai keagamaan. Dengan bekal ilmu dan akhlak yang baik, generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam membangun daerah dan bangsa,” pesannya.

Selain menyoroti peran generasi muda, Saefuddin juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Kota Samarinda.

Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas publik. Dukungan serta kepedulian masyarakat juga diperlukan agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama.

“Pembangunan Samarinda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh masyarakat memiliki peran untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, dan mempertahankan kerukunan. Kota ini akan semakin baik apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” Jelas Saefuddin.

Pada kesempatan tersebut, Saefuddin turut mengapresiasi kegiatan santunan anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian Lailatul Ijtima PRNU Sempaja Utara.  “Semoga santunan yang diberikan membawa kebahagiaan bagi anak-anak kita yang menerima, serta menjadi keberkahan dan amal ibadah bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Mari terus menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan kebaikan di lingkungan masing-masing,” Pungkasnya. (adv/diskominfo/smd)

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda pb nu santri