PROKAL.CO – Dalam catatan sejarah kekuasaan dunia, sangat jarang ditemukan seorang pemimpin yang melepaskan takhtanya secara sukarela. Namun, Kaisar Romawi Diokletianus menorehkan sejarah unik pada tahun 305 M dengan menjadi kaisar pertama yang mengundurkan diri secara resmi untuk menikmati masa pensiun yang jauh dari hingar-bingar politik.
Diokletianus, yang dikenal sebagai salah satu kaisar paling berpengaruh karena berhasil menstabilkan Kekaisaran Romawi melalui sistem Tetrarki, memilih untuk menghabiskan hari-harinya di istananya yang megah di Dalmatia (sekarang Split, Kroasia). Alih-alih merindukan kekuasaan, ia justru menemukan kebahagiaan baru di ladang sayurannya.
Kisah menarik muncul ketika kekacauan politik kembali melanda Roma beberapa tahun setelah ia mundur. Rekan-rekannya dan para elite politik memohon agar ia kembali memegang kendali kekaisaran guna memulihkan ketertiban. Namun, jawaban sang mantan kaisar sangat mengejutkan dan tetap melegenda hingga hari ini.
Dengan penuh ketenangan, ia menolak permintaan tersebut sambil merujuk pada hasil kebunnya sendiri. "Jika kalian bisa melihat kubis-kubis yang saya tanam dengan tangan saya sendiri, kalian tidak akan meminta saya untuk kembali berkuasa," ujar Diokletianus.
Bagi Diokletianus, keberhasilan menumbuhkan tanaman di ladangnya memberikan kepuasan batin yang jauh lebih besar daripada mengelola wilayah kekaisaran yang luas dan penuh intrik. Keputusannya ini sering dipandang oleh para sejarawan sebagai salah satu contoh langka dari seorang penguasa yang benar-benar menemukan kedamaian setelah melepaskan ambisi politiknya. Hingga akhir hayatnya, ia tetap konsisten dengan pilihannya, membuktikan bahwa bagi sebagian orang, kebahagiaan sejati terkadang terletak pada hal-hal yang sederhana seperti merawat tanaman.(*)
Editor : Indra Zakaria