PROKAL.CO- Kekalahan menyakitkan Belgia dengan skor 1-2 dari Spanyol di babak perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan cerita unik di luar lapangan. Ketika blunder Senne Lammens dan tangisan Thibaut Courtois menjadi sorotan utama, publik sepak bola kembali melirik nama-nama besar skuad De Rode Duivels seperti Kevin De Bruyne, Charles De Ketelaere, hingga Maxim De Cuyper. Mengapa lini belakang dan tengah Belgia dipenuhi oleh para pemain dengan sisipan kata "de" pada nama mereka? Ternyata, rahasia ini berakar dari sejarah panjang identitas bangsa mereka.
Secara linguistik, kata "de" (atau terkadang ditulis "De") merupakan bagian dari nama belakang masyarakat Flanders—wilayah Belgia utara yang berbahasa Belanda (Flemish). Kata ini disebut sebagai tussenvoegsel atau kata sisipan yang secara harfiah berarti "sang" atau "si" (setara dengan kata the dalam bahasa Inggris).
Berikut adalah asal-usul mengapa kata "de" melekat pada nama-nama punggawa timnas Belgia:
1. Julukan Karakteristik Fisik atau Sifat
Banyak nama belakang Flemish yang awalnya bermula dari julukan untuk menggambarkan ciri fisik atau kepribadian leluhur mereka di masa lalu.
De Bruyne: Nama sang kapten, Kevin De Bruyne, berasal dari kata de bruine yang berarti "Si Cokelat" atau "Sang Cokelat". Julukan ini kemungkinan besar diberikan kepada nenek moyang mereka yang memiliki rambut berwarna cokelat atau kulit yang cenderung gelap. Contoh populer lain dalam bahasa Flemish adalah nama De Jong (Yang Muda) atau De Groot (Yang Besar).
2. Merujuk pada Profesi atau Pekerjaan Kuno
Di abad pertengahan, masyarakat sering diidentifikasi berdasarkan mata pencaharian mereka untuk membedakan satu individu dengan individu lainnya di dalam desa.
De Cuyper: Nama bek Maxim De Cuyper merujuk pada kata kuiper yang berarti "Sang Pembuat Tong Kayu" (setara dengan nama Cooper dalam bahasa Inggris).
De Smet: Nama populer lain di Belgia yang berarti "Sang Pandai Besi" (Smith).
3. Asal Geografis dan Tempat Tinggal
Kata "de" juga kerap digunakan untuk menunjukkan lokasi spesifik tempat tinggal seseorang atau wilayah asal mereka. De Ketelaere: Nama sang pencetak gol ke gawang Spanyol, Charles De Ketelaere, secara harfiah merujuk pada tempat atau wilayah tertentu yang berkaitan dengan pembuatan atau penyulingan ketel/kuali (ketel).
Banyak orang sering keliru menyamakan kata "de" pada nama orang Belgia dengan kata "de" pada nama Prancis (seperti Charles de Gaulle) atau kata "von" pada nama Jerman (seperti Otto von Bismarck).
Perbedaan Mendasar:
Dalam tradisi Prancis dan Jerman, kata de/von berarti "dari" dan secara historis digunakan sebagai penanda bahwa orang tersebut adalah kaum bangsawan atau penguasa tanah. Dalam tradisi Belanda/Flemish (Belgia), kata de hanyalah kata sandang biasa yang jamak digunakan oleh masyarakat umum, petani, dan kelas pekerja pada abad pertengahan.
Jadi, meskipun generasi emas Belgia harus pulang dari Piala Dunia 2026 tanpa trofi setelah didepak Spanyol, nama-nama ikonik mereka tetap membawa warisan sejarah dan identitas budaya yang sangat kaya dari tanah Flanders. (*)
Editor : Indra Zakaria