PROKAL.CO- Jauh sebelum Bali menjadi kiblat pariwisata dunia seperti sekarang, keindahan dan keunikan tata cara hidup masyarakat Pulau Dewata telah memikat hati para penjelajah Eropa sejak ratusan tahun lalu. Salah satu kesaksian sejarah paling ikonik terekam dalam catatan perjalanan (travelogue) pimpinan ekspedisi Belanda, Cornelis de Houtman, saat armada kapal pertamanya berlabuh di pantai Bali pada Februari 1597.
Cornelis de Houtman, sosok bersejarah yang mencatatkan namanya sebagai pelopor dan orang Belanda pertama yang berhasil membuka jalur pelayaran menuju Kepulauan Nusantara, dibuat terpukau oleh keanggunan budaya lokal.
Dalam lembar-lembar catatan hariannya, De Houtman menggambarkan sebuah pemandangan megah yang menawan hati: momen ketika seorang bangsawan Bali sedang bepergian melintasi wilayahnya. Sang bangsawan tampak tampil begitu terhormat dan berwibawa, duduk anggun di atas tandu megah yang diusung oleh barisan rombongan pengikutnya yang setia.
Gaya bepergian dengan ditandu tersebut melambangkan tingginya tatanan hierarki, penghormatan, serta kemewahan struktur sosial kerajaan Bali pada akhir abad ke-16. Rombongan yang mengiringi sang bangsawan lengkap dengan atribut adatnya menghadirkan panorama eksotis yang belum pernah disaksikan oleh para pelaut Eropa sebelumnya.
Catatan kebudayaan dari De Houtman ini tak hanya menjadi dokumen sejarah berharga mengenai awal mula kontak bangsa Belanda dengan Nusantara, tetapi juga menjadi bukti otentik bahwa garis tradisi, keagungan, dan kearifan lokal Bali telah mengakar kuat serta memesona dunia sejak abad pertengahan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co