BALI — Sebuah perjalanan emosional penuh kenangan terekam pada 3 Agustus 1982. Usai menuntaskan agenda kunjungannya di Jakarta, Ratna Sari Dewi Soekarno memboyong putri tunggalnya, Kartika Sari Dewi Soekarno, bertolak menuju Pulau Dewata, Bali.
Kunjungan Dewi Soekarno dan Kartika ke Bali saat itu bukan sekadar liburan melepas penat biasa. Langkah mereka merupakan sebuah perjalanan napak tilas sejarah keluarga untuk merajut kembali tali kenangan dan menelusuri garis keturunan sang Proklamator Republik Indonesia, Soekarno.
Pulau Bali memiliki tempat yang amat istimewa dan sakral dalam helai sejarah kehidupan Bung Karno. Sebab, di tanah inilah ibunda tercinta Soekarno, Ida Ayu Nyoman Rai, dilahirkan dan dibesarkan sebelum menyatu dalam lembaran sejarah besar bangsa Indonesia.
Istri mendiang Presiden Pertama RI itu ingin mengenalkan secara langsung akar budaya, kehangatan, serta warisan leluhur sang ayah kepada Kartika. Suasana haru dan nostalgia menyelimuti setiap momen kunjungan mereka, mengingat keberadaan Ida Ayu Nyoman Rai merupakan sosok bangsawan Bali yang menurunkan darah kepemimpinan dan karisma besar pada diri sang Proklamator.
Melalui perjalanan sejarah di Bali ini, Dewi Soekarno tak hanya mengajak sang putri menikmati panorama eksotis Pulau Dewata, tetapi juga menanamkan rasa bangga akan identitas dan sejarah besar keluarga yang melekat erat pada sosok Bung Karno dan ibundanya.
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co