Kisah Richard Russel: Pekerja Bandara yang Nekat Curi Pesawat dan Lakukan Aksi Akrobatik Udara

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Richard Russell bekerja sebagai agen layanan darat untuk Horizon Air.
Richard Russell bekerja sebagai agen layanan darat untuk Horizon Air.

PROKAL.CO- Kisah tak terduga tentang keberanian, keputusasaan, dan keahlian yang muncul dari tempat tak disangka pernah mengguncang dunia penerbangan pada tahun 2018. Seorang pria bernama Richard Russel yang sehari-hari bekerja sebagai petugas penanganan bagasi di bandara, nekat mencuri sebuah pesawat komersial kosong dan menerbangkannya seorang diri selama lebih dari satu jam. Aksi nekat ini menjadi sorotan lantaran Richard sama sekali bukan seorang pilot terlatih. Satu-satunya "pengalaman" terbang yang ia miliki hanyalah hasil dari jam terbangnya bermain simulasi penerbangan di video gim.

Meski tidak pernah mengenyam pendidikan penerbangan formal, Richard berhasil mengendalikan pesawat berukuran besar tersebut di udara. Ia bahkan melakukan berbagai manuver akrobatik yang tergolong rumit dan berbahaya bagi pilot pemula, seperti membalikkan pesawat (barrel roll) di atas lautan sebelum akhirnya kembali meratakan posisi terbang. Aksi udaranya yang tidak biasa itu membuat petugas Air Traffic Control (ATC) dan jet tempur yang membuntutinya takjub sekaligus cemas.

Pesawat turbopop bermesin ganda Bombardier Q400 dengan kapasitas penumpang 76 kursi itu dimiliki oleh Horizon Air, lepas landas dari Seattle-Tacoma International Airport pada Sabtu (11/08) pukul 19.32, waktu setempat.

Para pejabat mengatakan pria itu menggunakan traktor untuk pertama-tama mengarahkan pesawat 180 derajat dari lokasi perawatan ke posisi yang benar di landasan supaya bisa lepas landas. Setelah lepas landas, ia melakukan setidaknya satu manuver dramatis, menukikan pesawat hanya beberapa meter dari air sebelum mendapatkan ketinggian lagi.

Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (Norad) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa dua jet tempur F15 diluncurkan dari Portland untuk mencegatnya. Sejumlah video menunjukkan mereka mengikuti pesawat penumpang, yang terbang dengan cara yang tidak menentu.  Norad mengatakan F15s "bekerja untuk mengarahkan pesawat keluar di atas Samudra Pasifik ketika jatuh di ujung selatan pulau Ketron", sekitar 30 mil (48km) selatan bandara.

Pesawat terbang sangat rendah di atas air sebelum akhirnya jatuh.
Pesawat terbang sangat rendah di atas air sebelum akhirnya jatuh.

Percakapan Emosional Sebelum Mendarat Darurat

Sepanjang penerbangan, interaksi udara antara Richard dan petugas pemandu lalu lintas udara berlangsung sangat emosional. Dalam percakapan yang terekam, Richard mengungkapkan isi hatinya, rasa frustrasinya, serta menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya. Suaranya yang jujur, polos, dan penuh kepasrahan menyentuh hati banyak orang yang mendengarkan rekaman tersebut.

"Saya cuma pria yang sudah hancur. Saya tidak pernah benar-benar mengetahuinya sampai sekarang." kata Richard dalam percakapan radio bersama ATC

Ketika menyadari bahwa ia tidak memiliki rencana atau kemampuan untuk mendaratkan pesawat secara aman di landasan, Richard akhirnya melakukan pendaratan darurat di sebuah pulau terpencil dan dia tewas dalam upaya pendaratan itu. Kisah tragis sekaligus dramatis ini terus dikenang publik, hingga sosok Richard dikenang dengan julukan hangat sebagai "Raja Langit" (Sky King). (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pesawat