JAKARTA– Terlalu overlap. Itulah poin dari kritikan yang disampaikan anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin terhadap kinerja Ratu Tisha. Krititan itu disampaikan ketika Djohar melakukan virtual meeting dengan Ketua Umum PSSI Moch Iriawan beberapa waktu lalu. Saat itu, Iwan Bule berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Tisha sebagai Sekjen PSSI. Namun, Tisha kemudian memilih mundur.
Nah, kesalahan itulah yang tidak ingin diulangi oleh Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi. Pria asal Gorontalo itu menyadari betul bagaimana murkanya Iwan Bule-sapaan Moch Iriawan- kapada Tisha, karena dianggap terlalu sering overlap. ’’Saya mulai dari pemaparan jobdesk yang harus jelas,’’ paparnya.
Karena itu, dua hari bekerja sebagai Plt Sekjen PSSI, hal tersebut sudah dilakukan. Dia mulai memberikan penjelasan kepada Anggota Exco PSSI, dan staf PSSI lainnya mengenai jobdesknya masing-masing. Termasuk apa saja yang wajib dilakukan Sekjen. ’’Sekjen itu harus menata struktur organisasi sekertariat dengan maksimal,’’ tuturnya.
Jika jobdesk itu sudah jelas, akan terlihat kalau tugas Sekjen PSSI yang paling banyak adalah membantu Iwan Bule. Membantu full dalam semua hal. ’’Arahan Ketum ketika menunjuk saya adalah memperbaiki hal-hal yang selama ini overlap. Saya jurusan S1 Manajemen, jadi saya benahi struktur organisasinya,’’ jelasnya.
Yunus juga menampik komentar dari Anggota Exco PSSI Haruna Soemitro, yang mengatakan kalau dia dipilih untuk segera menyiapkan seleksi Sekjen PSSI. Pria yang pernah jadi Direktur Bisnis Persisam Samarinda pada 2009 hingga 2014 tersebut menegaskan kalau seleksi calon sekjen definitif bukanlah tugasnya. ’’Sekjen itu kerja dan tugas ada pada administrasi dan teknis kesekertariatan ya, bukan menyiapkan seleksi calon sekjen,’’ ujarnya.
Seleksi calon sekjen merupakan hak dari Iwan Bule. Termasuk pengangkatan dan pemberhentiannya. ’’Saya harap Sekjen PSSI definitif cepat diputuskan. Agar saat ini bisa konsen membantu Ketua Umum full. Akselerasi ketum sangat tinggi akhir-akhir ini,’’ paparnya.
Disinggung soal persiapan Piala Dunia U-20 yang selama ini selalu dikerjakan oleh Tisha, Yunus membenarkan hal tersebut akan dilakukannya. Tapi berbeda dengan sebelumnya, semua langkah yang dilakukan soal Piala Dunia U-20 akan dilaporkan kepada Iwan Bule. ’’Kalau komunikasi ke FIFA, AFC, ke federasi bisa dilakukan sekjen yang sepengetahuan ketum. Jadi intinya, semua hal tentang Piala Dunia tetap harus melakukan komunikasi untuk persiapan administrasinya,’’ tegasnya.
Sementara itu, Manajer Persita Tangerang Nyoman Suryanthara berharap Yunus tidak hanya fokus pada internal PSSI saja. Tapi juga memberikan kontribusi yang maksimal, terutama soal komunikasi. Baik terhadap klub ataupun member PSSI.
Apalagi disituasi pandemi korona seperti saat ini, permasalahan klub pastinya akan lebih rumit saat ini. Diskusi kecil yang intens sangat dibutuhkan oleh klub saat ini. ’’Saya meyakini beliau bukan orang baru di olahraga, pasti mengerti dan bisa merealisasikan hal itu,’’ harapnya. (rid/bas)
Editor : izak-Indra Zakaria