LISBON – Usianya masih 33 tahun. Der trainer RB Leipzig Julian Nagelsmann pun masih seusia dengan kapten FC Barcelona Lionel Messi, atau bahkan masih kalah tua dua tahun dari bomber Juventus Cristiano Ronaldo. Tapi, kemarin WIB (14/8), Nagelsmann membuktikan bahwa usia bukan lagi alasan untuk meretas jalan menuju sukses terbesar, juara Liga Champions.
Di usia 33 tahun lebih 21 hari, Nagelsmann membawa RBL, akronim nama RB Leipzig, ke semifinal Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarahnya. Nagelsmann pun jadi pelatih termuda dalam sepanjang sejarah ajang Eropa yang membawa klubnya bermain di empat besar. ’’Sudah tak sepantasnya dia dipanggil Mini Mou lagi,’’ tulis laman RB Live.
Ya, Mini Mou adalah julukan Nagelsmann yang kali pertama dilontarkan mantan penjaga gawang SV Werder Bremen dan TSG 1899 Hoffenheim, Tim Wiese. Dia menyebut Nagelsmann mirip Jose Mourinho, tactician Tottenham Hotspur, yang sukses di usia muda setelah membawa Hoffe U-19 memenangi Bundesliga U-19 2013 – 2014.
Tapi, jika dilihat road to semifinal Nagelsmann, dia memang sudah bukan lagi Mini Mou. Apalagi setelah dia menang adu taktik dengan The Special One, julukan Mou, pada 16 Besar dan kemarin mengalahkan Atletico Madrid yang dibesut Diego Simeone. Sesuatu yang belum pernah dilakukan Mou di Eropa bersama Real Madrid dan Chelsea.
Mou pun belum pernah mencapai semifinal Liga Champions dalam lima musim terakhir. Meski begitu, Nagelsmann merendah. ’’Ini bukan tentang duel antarpelatih, bukan mengalahkan (Jose) Mourinho, (Diego) Simeone, atau kini (Thomas) Tuchel. Ini permainan tim, dan semuanya sudah melakukannya dengan cemerlang,’’ sebut Nagelsmann, dilansir laman resmi klub. Sekadar catatan, Tuchel merupakan pelatih Nagelsmann semasa masih membela FC Augsburg II, 2007 – 2008 silam.
Setidaknya, Nagelsmann bisa mencapai semifinal Liga Champions lebih muda ketimbang Mourinho. Di ajang Eropa, Mou baru bisa merasakan atmosfer semifinal Piala UEFA (sekarang Liga Europa) 2002 – 2003 bersama FC Porto ketika usianya 40 tahun. Begitu pula saat semifinal Liga Champions semusim setelahnya, usianya sudah 41 tahun.
Bedanya, dalam dua edisi tersebut Mou mampu mencapai final dan memenanginya. Lalu, bagaimana dengan Nagelsmann? ’’Aku tak mengatakan apapun soal gelar. Tapi, tentu aku ingin mencapai final sekarang,’’ sambung pelatih yang sudah menangani Hoffe pada usia 28 tahun itu. Mentalitas Nagelsmann pun sudah membuktikan dia bukan lagi pelatih ingusan.
Lihat apa yang terjadi ketika istirahat babak pertama. Nagelsmann terlibat insiden dengan El Cholo, julukan Simeone. Bahkan, ketika memasuki lorong ruang ganti, dua pelatih yang beda usia 17 tahun itu berdebat sengit. Meski begitu, Nagelsmann menepisnya. ’’Tidak serius-serius (perdebatan dengan Simeone). Dia (Simeone) menyelamatiku setelah laga,’’ klaim Nagelsmann.
Simeone bahkan mengakui kejeniusan Nagelsmann. ’’Aku suka dengan antusiasme dan determinasi yang luar biasa (RBL). Tak ada alasan,’’ sebut Simeone yang akhirnya tumbang dari klub tanpa CR7 di dalamnya ketika Liga Champions. Nagelsmann bahkan lebih muda dari CR7. (ren)
Editor : izak-Indra Zakaria