RIO DE JANEIRO – Tidak ada yang meremehkan jam terbang Edinson Cavani dan Marcelo di Eropa. Cavani berkarier di empat liga elite Eropa (Serie A, Ligue 1, Premier League, dan LALIGA) selama 17 tahun. Sementara Marcelo 16 tahun berkarier di Eropa dengan sebagian besar bersama Real Madrid dan sisanya memperkuat Olympiakos.
Di usia yang menapak senja; Cavani 36 tahun dan Marcelo 35 tahun, mereka kembali ke Amerika Latin tahun ini. El Matador –julukan Cavani – memperkuat klub Argentina Boca Juniors, sedangkan Marcelo bergabung dengan klub negara kelahirannya (Brasil) Fluminense.
Pilihan yang dianggap sebagai cara Cavani-Marcelo mencari kesenangan sebelum pensiun. Pada kenyataannya, mereka masih kompetitif dan malah berpeluang memenangi ajang klub tertinggi di Amerika Latin: Copa Libertadores. Boca menghadapi Fluminense berebut juara dalam Liga Champions-nya Amerika Latin itu di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 03.00 WIB).
”Aku merasa ini (Copa Libertadores, Red) adalah utangku kepada Fluminense. Ketika aku kembali pada Februari lalu, hal pertama yang aku pikirkan adalah bagaimana jika aku bermain di final (Copa Libertadores, Red),” papar Marcelo seperti dilansir ESPN.
”Aku menyukai momen ketika memenangi laga bersama rekan setim daripada mencetak quat-trick yang hanya aku yang menikmatinya. Kami layak berada di sini (final, Red) dan akan memenanginya,” ungkap Cavani seperti dilansir di laman resmi FIFA.
Jika ditilik dari pengalaman memenangi gelar selevel Liga Champions, Marcelo unggul jauh ketimbang Cavani. El Loco mengoleksi 5 gelar Liga Champions bersama Real Madrid, sedangkan Cavani belum pernah merasakannya. Capaian terbaik El Matador adalah runner-up musim 2019—2020 yang sekaligus jadi musim pemungkasnya bersama Paris Saint-Germain.
Tetapi, di level klub, Boca-nya Cavani telah enam kali memenangi Copa Libertadores. Gelar ketujuh akan membuat Xeneize –julukan Boca—menyamai rekor Independiente sebagai klub terbanyak juara. Bandingkan dengan Fluminense yang belum sekali pun juara. Prestasi terjauh Tricolor –julukan Fluminense -- adalah runner-up edisi 2008 ketika dikalahkan wakil Ekuador LDU Quito.
Secara gengsi rivalitas antara klub Argentina dan Brasil di Amerika Latin, Boca juga ”diwajibkan” juara. Sebab, wakil Brasil selalu jadi yang terbaik dalam empat final terakhir. Bahkan, di tiga edisi terakhir selalu tercipta final sesama klub Brasil.
Meski demikian, klub Brasil punya catatan tidak terlalu bagus ketika menghadapi Boca di final. Dalam 6 final, 4 kali Boca mengagalkan misi juara klub Brasil.
”Banyak pemain legendaris yang aku suka pernah berkostum Boca. Bahkan, masyarakat Brasil juga menyaksikan Boca. Mereka tim hebat yang bisa membuatmu jatuh cinta. Kami harus memberikan kemampuan terbaik,” beber Felipe Melo, gelandang veteran Fluminense yang pernah juara Copa Libertadores bersama Palmeiras pada 2020 dan 2021, seperti dilansir France24.
Sebagai catatan, juara Copa Libertadores dini hari nanti sudah ditunggu untuk melengkapi tujuh kontestan Piala Dunia Antarklub di Jeddah bulan depan. Juara Copa Libertadores langsung lolos ke semifinal seperti juara Liga Champions Manchester City. (io/dns)
Perkiraan pemain:
Boca Juniors (4-4-2): 1-Romero (g); 17-Advincula, 4-Figal, 15-Valentini, 18-Fabra; 36-Medina, 8-Pol (c), 21-Equi Fernandez, 19-Barco; 16-Merentiel, 10-Cavani
Pelatih: Jorge Almiron
Jersey pemain: Biru
Jersey kiper: Oranye
Fluminense (4-1-3-2): 1-Fabio (g); 2-Xavier, 33-Nino (c), 4-Marlon, 12-Marcelo; 7-Andre; 21-Arias, 19-Ganso, 11-Keno; 14-Cano, 9-Kennedy
Pelatih: Fernando Diniz
Jersey pemain: Merah-hijau
Jersey kiper: Abu-abu
Logo: Copa Libertadores
Siaran Langsung: Mola TV pukul 03.00 WIB
Stadion: Estadio do Maracana, Rio de Janeiro
Wasit: Wilmar Roldan (Kolombia)
Asian Handicap 0:¼
+++++++++
GELAR JUARA EDINSON CAVANI
Danubio
- Primera Division
SSC Napoli
- Coppa Italia
Paris Saint-Germain
- Ligue 1 (6x)
- Coupe de France (5x)
- Coupe de la Ligue (6x)
- Trophee des Champions (4x)
Timnas Uruguay
- Copa America
GELAR JUARA MARCELO
Fluminense
- Campeonato Carioca
Real Madrid
- LALIGA (6x)
- Copa del Rey (2x)
- Supercoppa de Espana (5x)
- Liga Champions (5x)
- Piala Super Eropa (3x)
- Piala Dunia Antarklub (4x)
Timnas Brasil
- Piala Konfederasi
Editor : izak-Indra Zakaria