Islam Makhachev sukses mengalahkan juara welterweight Jack Dela Maddalena dan meraih double champ. Sementara Zhang Weili yang berambisi meraih dua gelar juara, kandas ditangan Valentina Shevchenko.
NEW YORK – Islam Makhachev resmi mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda UFC setelah berhasil meraih gelar juara di divisi keduanya, menumbangkan juara welterweight Jack Della Maddalena (JDM) dalam main event UFC 322 yang berlangsung di Madison Square Garden, New York. Kemenangan ini menjadikan Makhachev sebagai Juara Dua Divisi (Double Champ) ke-11 dalam sejarah UFC dan membuka babak baru dominasi Dagestan di kelas welter.
Taktik Grappling Tak Terbendung
Pertarungan yang dinanti-nanti ini menampilkan perbedaan kelas yang sangat mencolok begitu bel ronde pertama berbunyi. Meskipun JDM dikenal sebagai striker eksplosif dengan rekor kemenangan beruntun, ia tak berdaya menghadapi kemampuan wrestling dan kontrol lantai (ground control) dari Makhachev.
Makhachev hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit di ronde pertama untuk melakukan takedown pertamanya. Begitu berada di bawah, JDM praktis tidak memiliki jawaban. Makhachev menerapkan tekanan "bantalan" khas Dagestan, menghabiskan lebih dari 18 menit dari total 25 menit pertarungan untuk mengontrol JDM di lantai.
Meskipun JDM menunjukkan pertahanan yang heroik dan berhasil mencegah submission fatal, ia tidak mampu bangkit dan menciptakan serangan berarti. Hingga bel akhir ronde kelima berbunyi, dominasi Makhachev sudah tidak terbantahkan lagi.
Juri memberikan kemenangan mutlak (Unanimous Decision) kepada Islam Makhachev dengan skor dominan (50-45, 50-45, 50-45), yang mencerminkan kontrol total selama lima ronde penuh. Makhachev, yang merupakan mantan juara kelas ringan, kini menambah gelar kelas welter ke dalam koleksi pribadinya, mewujudkan ambisinya untuk menjadi juara ganda (double champ).
"Saya merasa senang, saya merasa luar biasa! Saya telah bekerja seumur hidup saya untuk sabuk ini, untuk warisan ini," seru Islam Makhachev di hadapan Joe Rogan dalam wawancara post-fight. "JDM petarung yang tangguh, dia bertahan, tapi ini adalah kelas saya sekarang. Siapa selanjutnya? Saya siap menghadapi yang terbaik di kelas welter!" Kini, pertanyaan besar beralih kepada siapa penantang berikutnya di kelas welter, setelah Islam Makhachev membuktikan dirinya sebagai petarung pound-for-pound terbaik di dunia.
Valentina Shevchenko Tundukkan Zhang Weili
Di co main event, UFC 322 menghadirkan, ratu kelas flyweight (57 kg) UFC, Valentina "Bullet" Shevchenko, sekali lagi membuktikan dominasinya setelah berhasil mengatasi tantangan besar dari mantan juara strawweight Zhang Weili dalam co-main event UFC 322 di Madison Square Garden, New York. Shevchenko meraih kemenangan dengan penampilan yang sangat komprehensif, mempertahankan sabuknya.
Pertarungan yang mempertemukan dua petarung wanita terbaik pound-for-pound ini diharapkan berlangsung sengit, terutama dengan Zhang Weili yang naik divisi untuk mengejar status juara dua divisi. Namun, The Bullet menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai petarung wanita paling mumpuni dalam sejarah olahraga ini.
Meskipun Zhang Weili memulai pertarungan dengan agresif, berusaha memanfaatkan kecepatan dan tekanan striking-nya, Shevchenko dengan cepat mengambil alih kendali dengan kecerdasan taktisnya:
Setelah lima ronde yang didominasi oleh kontrol posisi dan grappling kelas dunia dari Shevchenko, ketiga juri memberikan kemenangan Keputusan Juri Mutlak (Unanimous Decision) dengan skor yang jelas (umumnya 49-46, 49-46, 50-45).
Kemenangan ini menjadi pertahanan gelar yang sukses bagi Valentina Shevchenko, sekaligus membuktikan bahwa ia masih berada di level yang berbeda di kelas flyweight. Zhang Weili, meski menunjukkan ketahanan yang luar biasa, harus menunda ambisinya menjadi juara dua divisi.
"Saya telah bekerja seumur hidup saya untuk momen seperti ini. Saya tahu Zhang Weili adalah petarung yang sangat kuat dan cepat, tetapi saya siap untuk setiap skenario," ujar Valentina Shevchenko setelah pertarungan. "Saya akan terus berada di puncak. Kelas ini adalah milik saya." (*)
Editor : Indra Zakaria