JAKARTA - Menjelang kompetisi 2018, Komite wasit memang bertugas untuk menyiapkan seleksi bagi para wasit. Komite Wasit yang diketuai Condro Kirono, sedangkan Juni Rachman merupakan wakil ketua komite wasit. Tiga angootanya adalah Purwanto, Nasrul Koto dan Yesayas Leihitu.
Yesayas menyatakan dirinya bersama Purwanto bertugas untuk menyiapkan wasit. “Dari seleksi, kemampuan setiap wasit kami tes dan nilai,” sebutnya. Selanjutnya, untuk terkait penugasan, Yesayas menyebut tidak tahu secara pasti siapa yang berwenang.
Menurutnya, setiap rekomendasi wasit yang layak memimpin di Liga 1 dan 2 sepenuhnya diserahkan kepada Toshiyuki Nagi, Direktur Teknik Wasit asal Jepang. “Pastinya saya nggak tahu siapa yang memutuskan,” kata Yesayas.
Nagi merupakan sosok wasit elit AFC yang pernah ajang besar dunia, seperti Piala Dunia 2014, antara Brasil menghadapi Kroasia. Dalam hal ini, tugas Nagi memang memberikan penyegaran pengetahuan wasit, sebelum kompetisi bergulir.
Demikian bagi Purwanto, anggota Komite Wasit lainnya. Dia sejak awal memang bertugas menyiapkan perangkat pengadil di kompestii 2018. Lagi-lagi untuk keputusan siapa yang memimpin pertandingan diserahkan kepada PSSI.
Persoalan penunjukkan wasit ini tidak lepas dari performa buruk sejumlah wasit. Seperti misalnya, Agung Setiawan, wasit pengganti M. Reza Pahlevi saat pertandingan PSS Sleman menghadapi Madura FC pada lanjutan babak 8 besar Liga 2 2018.
Dua wasit tersebut kini juga tengah dinanti untuk dimintai keterangan Tim Satgas Antimafia Bola. Saat dipanggil akhir Desember lalu, keduanya memang belum terlihat hadir. Penjelasan keduanya diharapkan menjadi titik cerah atas dugaan terjadinya pengaturan pertandingan. (nap/jpg/san)
Editor : amir-Amir KP