MELBOURNE -Terakhir kali Serena Williams berpartisipasi di Australia Terbuka, yakni pada 2017. Ketika itu, banyak yang berbicara tentang fokus perempuan asal Amerika Serikat tersebut pada olahraga tenis. Sebagian besar mempertanyakan kemampuan Serena meraih grand slam ke-23 dan melewati legenda Steffi Graf.
Ternyata, Serena keluar sebagai juara. Dia mengalahkan saudarinya, Venus Williams, di partai final yang berlangsung di Rod Laver Arena, Melbourne Park. Nah, dua bulan kemudian Serena vakum dari dunia tenis karena tengah berbadan dua.
Kini petenis 37 tahun itu kembali siap memenangi gelar grand slam selanjutnya di Australia Terbuka. Bedanya, kini ia berstatus sebagai seorang ibu. Pada partai pembuka, Serena yang menjadi unggulan ke-16 akan menghadapi petenis Jerman Tatjana Maria.
Serena sendiri sudah sangat siap untuk Australia Terbuka. Sebelum ke turnamen grand slam pembuka tahun ini, ia sudah mencatatkan tiga kemenangan di Hopman Cup yang berlangsung di Perth beberapa waktu lalu. Apalagi pada musim 2018, Serena berhasil mencapai final Wimbledon dan Amerika Terbuka.
Sementara, Tatjana Maria tidak semoncer Serena. Dari empat turnamen grand slam tahun lalu, ia hanya mencapai babak 64 besar untuk di Wimbledon dan Amerika Terbuka. Dia juga baru satu kali meraih gelar WTA, sementara Serena sudah mengoleksi 72.
Pelatih Serena Williams, Patrick Mouratoglou, optimistis dengan persiapan Serena Williams sejauh ini. Pada tahun lalu, anak asuhnya yang baru cuti melahirkan berhasil meraih dua final di turnamen grand slam. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.
“Tahun lalu, dia melakukan upaya luar biasa untuk kembali bugar setelah melahirkan dan saat ini dia kembali dalam kondisi yang cukup baik," kata Mouratoglou.
Selepas cuti hamil, Serena kembali ke tur di Indian Wells dan mengalami performa yang turun naik. Di Prancis Terbuka, ia menarik diri dari putaran keempat karena cedera otot dada. Kemudian di Wimbledon, ia dikalahkan Angelique Kerber di partai final.
Namun, tidak hanya fisik semata. Serena juga bergelut dengan depresi setelah masa persalinannya. Ketika final AS Terbuka, ia yang kalah dari Naomi Osaka, bertengkar dengan wasit Carlos Ramos. Setelah perjalanan panjang itu, Mouratoglou percaya Serena akan bisa menjadi juara Australia Terbuka edisi kali ini.
Mencermati peluang juara, Williams yang menempati unggulan ke-16 tampaknya bakal menghadapi tantangan berat. Pasalnya, ia berpotensi bertemu dengan juara Prancis Terbuka sekaligus petenis nomor satu dunia Simona Halep di perempatfinal. Di satu sisi, ia juga bisa kembali bertarung dengan Osaka di partai semifinal.
“Saya rasa, pemeringkatan tidak akan berarti banyak jika Serena memberikan penampilan terbaiknya,” pungkas Mouratoglou.(tom2/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP