Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Mau Menghakimi Koko

rusli-Admin Sapos • 2019-02-22 14:17:24

SAMARINDA. Langkah Borneo FC menapak ke babak 8 Besar Piala Indonesia benar-benar dilalui lewat perjuangan berat. Modal kemenangan satu gol di kandang, akhirnya menyelamatkan tim ini setelah di leg kedua yang dimainkan di Stadion Maguwoharjo menghadapi PSS Sleman, berakhir imbang tanpa gol.
Perjuangan terasa sangat berat karena tingginya tekanan dari tuan rumah sepanjang laga, ditambah pressure dari suporter yang tak berhenti sejak menit awal.
Entah banyaknya tekanan tersebut, Wahyudi Hamisi sampai lepas kontrol saat pertandingan. Ia terlibat friksi dengan gelandang Sleman, Sidik Saimima. Dalam tayangan televisi terlihat, Koko – sapaan akrab Wahyudi Hamisi – menandukan kepalanya ke wajah Saimima. Sang lawan pun secara spontan melepaskan pukulan ke wajah Koko. Dan inilah awal tertundanya pertandingan hingga 30 menit. Padahal saat kejadian laga baru berumur 5 menit.
Koko pun terlihat sangat emosi, saat wasit Iwan Sukoco mengusirnya dari lapangan imbas dari kejadian tersebut. Bahkan beberapa rekannya yang coba menenangkan, seolah tak digubrisnya. Koko enggan meninggalkan lapangan.
“Wahyudi sedang dalam momen sensitif untuk saat ini. Dia terlihat sedang di bawah tekanan. Mungkin ada sedikit masalah dengan kehidupan pribadinya, juga yang berkaitan dengan banyak momen penting. Dan saya tidak ingin menghakiminya atas apa yang sudah terjadi,” ujar Fabio Lopez, mengomentari apa yang terjadi lapangan saat itu,
Fabio mengaku, sebagai pelatih dirinya tak merasa bijak jika harus ikut campur dalam urusan pribadi seorang pemain. Namun ia berusaha meningkatkan kembali mental Koko.
“Dia punya banyak teman dalam tim ini dan saya yakin teman-temannya akan membantunya dalam banyak hal, termasuk mengembalikan lagi mental dan kepercayaan dirinya,” sambung Fabio.
Apa yang dialami Koko disebut Fabio adalah hal wajar dalam sepak bola. Karena pemain adalah manusia yang bisa kapan dan dimanapun membuat kesalahan.
“Saat bertanding dalam situasi ketika lawan Sleman, emosi memang bisa tak terkendali. Dan Wahyudi membuat kesalahan dan dia mengingatnya. Untuk saya hal ini sangat penting, karena ketika dia membuat kesalahan, orang- orang akan mengingat hal tersebut. Seperti saya katakan, dia masih punya banyak teman di tim ini yang akan selalu mendukungnya sampai akhir permainan” terangnya lagi.
Terlepas dari apa yang terjadi pada Koko, Fabio mengatakan saat ini dirinya dan semua yang ada dalam tim sedang berbahagia karena bisa lolos ke babak 8 Besar.
“Dan saya yakin suporter di Samarinda pun merasakan kebahagian yang didapat seluruh pemain dalam pertandingan tersebut,” pungkasnya. (upi)

Editor : rusli-Admin Sapos