NYON – Perjalanan Manchester United di Liga Champions musim ini terbilang terjal. Kalau dihitung sejak fase grup, 16 besar, hingga delapan besar maka Setan Merah selalu berhadapan dengan pemuncak klasemen tiga dari lima liga elite Eropa
Jika di fase grup, United bersua Juventus. Lalu di 16 besar bertemu Paris Saint-Germain (PSG). Maka dalam pengundian perempat final di markas UEFA kemarin (15/3), United akan bertemu Barcelona.
Sehari sebelum pengundian atau Kamis (14/3) lalu Manchester Evening News memprediksi undian-undian 'neraka' potensial buat United. Yakni sang tetangga Manchester City, finalis Liga Champions musim lalu Liverpool, raja domestik Italia Juventus, dan Lionel Messi dkk alias Barca.
Melihat rekam jejak di era Liga Champions, rekor pertemuan United versus Barca sudah terjadi tujuh kali. United dan Barca masing-masing menang dua kali dan tiga hasil lainnya seri. Namun dalam dua pertemuan terakhir, tepatnya di final Liga Champions 2009 dan 2011, Barca selalu mempecundangi United.
Selain duel klasik United versus Barca, maka pertemuan Ajax lawan Juventus juga rivalitas yang terbangun berdekade yang lalu. Pertemuan paling monumental keduanya di era Liga Champions adalah final musim 1995-1996. Setelah bernain imbang 1-1 di waktu normal, Juventus akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.
Sementara FC Porto yang dianggap tim paling 'lemah' diantara perempat finalis lainnya bertemu Liverpool. Pertemuan ini membuka kans revans FC Porto usai musim lalu disisihkan The Reds di 16 besar.
Satu laga perempat final lainnya, mempertemukan sesama tin Inggris yakni Tottenham Hotspur lawan City. Bagi kedua tim pertemuan ini jadi yang pertama. Maklum di era-era sebelumnya baik Spurs dan City tidak punya histori panjang di kancah kompetisi Eropa.
Nah, eks kiper United Peter Schmeichel melalui akun Twitter-nya menulis Ashley Young dkk tak perlu gentar dengan pertemuan ini. “Barcelona bukanlah tempat terburuk yang didatangi @ManUtd #ComeOnOle,” demikian Schmeichel memberi semangat buat United dan caretaker United Ole Gunnar Solskajer yang merupakan rekan setimnya.
Schmeichel mencoba membangkitkan memori manis United dua dekade silam untuk memotivasi para pemain United. Ya, United menjuarai Liga Champions pada musim 1998-1999 berkat kemenangan dramatis di final atas Bayern Muenchen dengan skor 2-1 di Camp NOu.
Dan caretaker United saat ini Solskjaer adalah pencetak gol kemenangan United pada menit ke-90+3. Gol United lain dicetak Teddy Sheringham (90+1'). Bayern sendiri sempat unggul lewat gol Mario Basler (6').
Senada dengan Schmeichel maka eks pelatih United David Moyes dalam situs UEFA mengatakan di perempat final tak ada istilah undian enteng atau undian berat. Semua tim ada di level yang sama.
“Saya melihat Barcelona merupakan salah satu favorit untuk memenangi Liga Champions musim ini. Namun pertemuan ini akan menjadi sengit karena Ole (Solskjaer, red.) akan kembali ke Camp Nou,” kata Moyes.
Mantan pemain Barca dan Chelsea Deco kepada UEFA menuturkan bintang Barca Lionel Messi akan mengobrak-abrik pertahanan United. “Jika kamu setim dengan Leo (Messi) maka itu keuntungan yang tak dimiliki oleh tim lain yang jadi musuhmu,” ujar Deco.
Deco tidak omong kosong. Opta membeberkan statistik apik Messi jika bertemu dengan tim Inggris di Liga Champions. Messi mencetak 22 gol ke gawang tim-tim Inggris. Arsenal jadi tim paling sering dibobol La Pulga. Diantara enam pertemuan, Messi menghasilkan sembilan gol ke gawang The Gunners.
“Dalam dua final dimana United kalah Barca musim 2009 dan 2011 Messi selalu mencetak gol,” tulis UEFA. Di 2009, ketika Barca menang 2-0 Messi menyumbang gol kedua. Lantas di 2011, saat menang 3-1 Messi mencetak gol kedua.
Sedangkan Solskjaer dalam situs resmi United mengatakan tak terlalu memusingkan siapa yang menjadi lawan mereka di perempat final. Semua lawan adalah berat. “Jika kamu ingin ke final dan memenangi trofi maka yang harus kamu lakukan adalah mengalahkan semua lawanmu,” ujar Solskjaer. (dra)
Editor : izak-Indra Zakaria