BALIKPAPAN- Mundurnya Rahmad Mas’ud dari pengelolaan Persiba Balikpapan, seakan menjadi cambuk bagi para suporter. Kenapa tidak, harapan baru sudah diberikan, terlebih berjanji mengembalikan kejayaan Beruang Madu untuk tampil di kasta tertinggi. Sayang, semua itu sirna. Menyedihkannya lagi, mundurnya Rahmad di saat kompetisi sudah dekat. Waktu yang singkat, memaksa pemerintah kota harus putar otak.
Andai Persiba gagal ikut kompetisi lantaran investor tak kunjung didapat, Persiba tentu terkena sanksi turun kasta ke Liga 3. Sebuah kompetisi yang setara dengan turnamen antar kampung (tarkam). Sangat disayangkan, terlebih stadion megah yang berada di Jalan Mulawarman, Balikpapan Timur hanya jadi pajangan.
“Persiba adalah sejarah Balikpapan. Semua harus bisa peduli. Tunjuk orang-orang yang benar cinta dan peduli. Semua harus bergerak untuk menyelamatkan tim ini,” jelas salah satu Balista, Octaviani, Senin (8/4) kemarin.
Octaviai sangat menyayangkan keputusan cepat Rahmad Mas’ud. Padahal suporter sudah berharap banyak. Target belum terpenuhi, malah ada kabar seperti ini. “Katanya karena belum ada peralihan, jadinya pemain tidak dikontrak, karena secara hukum belum menjadi pemilik sah. Pertanyaannya, kenapa nggak diselesaikan sejak awal,” ujarnya.
Dia pun berharap, pemerintah kota bisa secepatnya menemukan investor yang tepat. Bukan memilih karena punya materi, melainkan mereka yang benar-benar cinta dengan tim ini. “Waktunya sisa satu bulan lebih. Setidaknya minggu ini sudah harus ada investor baru. Karena tak mungkin bentuk tim dalam waktu singkat,” tandasnya.
Mahasiswa Universitas Balikpapan ini menilai musim ini peluang naik kasta terbuka lebar. Sebab, para mafia bola sudah tidak bisa berkutik. Apalagi, persiapan tim jauh lebih baik di bawah asuhan pelatih Salahudin.
“Pelatih pasti galau juga ini, termasuk pemain. Karena terkesan sia-sia latihan selama ini. Semoga ada titik temu. Dan pelatih sekarang tetap dipertahankan termasuk beberapa pemain yang dianggap layak,” pungkasnya. (ham/cal)
Editor : izak-Indra Zakaria