Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ingin Tampil di Kota Spesial

izak-Indra Zakaria • Selasa, 2 Juli 2019 - 16:40 WIB

RICHARLISON kembali setelah sempat “menghilang” dari bench saat Brasil memenangi duel kontra Paraguay di perempat final (29/6). Dia, seperti yang dilaporkan ESPN Deportes, baru pulih dari penyakit gondok. “Semua yang saya tanyai berkata saya sakit demam, mungkin baru sembuh di dalam dua pekan,” ungkap Richarlison, kepada situs Globo Esporte.

“Saya tidak kenapa-kenapa. Saya cuma punya benjolan,” lanjut si Hidung Besar, julukan Richarlison. Bomber Everton tersebut bergabung bersama Dani Alves dkk pada Minggu malam waktu setempat. Dia mengakui kondisinya memang belum tentu dimainkan treinador Tite dini hari nanti.

Meski begitu, dia tak ingin lagi cuma duduk di bench. Apalagi duduk di tribune ataupun di kursi hotel. “Dokter akan mengevaluasi kondisiku, saya berharap bisa dimainkan,” ungkap pemain yang baru tampil selama 139 menit di Copa America 2019 itu. Ada satu faktor yang membuat dia ngotot ingin kembali ke lapangan.

Belo Horizonte penyebabnya. Kota itu yang akan menggelar laga klasik antara Brasil kontra Argentina pada semifinal Copa America. Di satu sisi, ini laga krusial Selecao. Begitu pula Richarlison. Di sisi lain, Belo Horizonte merupakan kota yang spesial bagi winger 22 tahun itu.

Sebab, di kota itulah talenta sepak bolanya kali pertama digembleng dan meroket. Untuk mencapai mimpinya menjadi pesepak bola, Richarlison saat masih berusia 17 tahun pernah bela-belain menghabiskan banyak uang menempuh perjalanan 600 kilometer dari kota asalnya, Nova Venecia.

Selama menjalani 12 caps-nya dengan Brasil, baru kali ini dia berpeluang menyambangi kota terbesar keenam di Brasil itu. Sebelumnya, dia cuma beraksi di Brasilia, Porto Alegre, Sao Paulo, dan Salvador. Dia menyebut mendapat dukungan fans di Belo Horizonte. “Mereka di depan pintu hotel,” klaimnya. Ada banyak momen dalam periode ini dan saya ingin selalu hadir bagi semua orang,” sambungnya.

Dia bergabung dengan rekan setimnya setelah menjalani masa isolasi di Porto Alegre. Di masa isolasi itu, dia mengikuti perkembangan tim dengan Tite melalui video call. Itu yang telah membuatnya bergairah karena tak ada teman ngobrol di kamar hotel. “Saya melihat Fernandinho mengambil foto saya di ruang ganti. Itu penting bagi saya, karena kami tim Brasil, dan waktu kami di sini sangat singkat,” sebutnya. (ren/jpg/ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola dunia