PORTO– Pemain belakang FC Porto Kepler Laveran de Lima Ferreira atau yang lebih terkenal dengan nama Pepe luar biasa bungah. Keputusannya balik ke Dragoes—julukan FC Porto—Januari 2019 terbayar lunas. Di usia 37 tahun, Pepe untuk ketiga kali dalam karirnya mengangkat trofi Primeira Liga.
“Apa yang membuat kami juara ? Kami tak punya hari libur, kami selalu berlatih, dan berusaha untuk mengejar penampilan mendekati kesempurnaan,” ucap Pepe dikutip PortuGoal kemarin (16/7). “Mental yang dimiliki tim, kepercayaan kepada pelatih, dan inilah hasilnya,” tambah bek yang jadi juara Euro 2016 bersama Portugal itu.
Melompat kembali pada hasil paro pertama Primeira Liga pada 18 Januari lalu, FC Porto jelas bukan favorit juara. SL Benfica menduduki posisi pertama sampai matchweek ke-17 dengan keunggulan tujuh poin (48-41) atas FC Porto.
Peta kompetisi keduanya ketat sejak matchweek ke-22 ketika SL Benfica cuma unggul satu poin (54-53) atas FC Porto. Sepekan kemudian, konfigurasi berubah. FC Porto mengkudeta posisi satu atas SL Benfica. Tapi pandemi Covid-19 membuat Primeira Liga terhenti di matchweek ke-24 atau 7 Maret lalu.
Dan ketika dimulai lagi Primeira Liga per 3 Juni, FC Porto tidak membukanya dengan mulus. Di matchweek ke-25, FC Porto kalah 1-2 di tangan FC Famalicao (4/6). Untungnya pesaing utamanya, SL Benfica tertahan CD Tondela.
FC Porto ngebut di matchweek selanjutnya. Dari tujuh matchweek selanjutnya (26-32), FC Porto hanya membuang dua poin. Alias sekali seri lawan Desportivo das Aves (17/6). Sementara dalam matchweek yang sama, ke-26 sampai ke-32, SL Benfica membuang sepuluh poin. Tersendatnya laju SL Benfica ini memakan korban. Pelatih Bruno Lage didepak usai matchweek ke-29 atau setelah kekalahan 0-2 versus CS Maritimo (30/6).
“Kami mengalami tekanan yang luar biasa dalam perjalanan musim ini. Di awal musim kami sudah tersisih di playoff Liga Champions padahal musim sebelumnya kami kalah lawan Liverpool yang kemudian juara di perempat final,” kata pelatih FC Porto Sergio Conceicao.
Conceicao sempat mendapat cibiran dari fans jika dirinya bisa jadi juara seperti yang dilakukannya musim 2017-2018 lalu. Apalagi margin poin hingga tujuh angka di paro pertama. “Saya yakin dengan konsistensi para pemain. Selama rehat pandemi (Maret-Mei), mereka menjalankan pola latihan yang benar,” tutur Conceicao.
Seperti diberitakan A Bola, usai kemenangan kemarin bek mereka Alex Telles sudah pamitan di ruang ganti. FC Barcelona, Manchester City, dan Chelsea menjadi klub yang meminatinya.
Selain itu, mantan kiper FC Porto Iker Casillas juga hadir dalam selebrasi. Setelah mengalami serangan jantung musim lalu dan memutuskan istirahat, Casillas ikut larut dalam kegembiraan titel ke-29 FC Porto di kompetisi domestik ini. (dra)
--
Editor : izak-Indra Zakaria