MADRID – Real Madrid begitu superior di Estadio Alfredo Di Stefano musim lalu. Yakni, kala stadion latihan Real tersebut menggantikan Estadio Santiago Bernabeu untuk enam laga kandang terakhir di La Liga. Los Merengues sukses sapu bersih.
Lantaran Estadio Bernabeu belum selesai direnovasi, Real tetap berkandang di Estadio Di Stefano musim ini. Dan, capaian Sergio Ramos dkk tidak seperti musim lalu. Tiga kekalahan Los Merengues musim ini justru dialami di stadion yang mengabadikan striker legendaris Real berjuluk Saeta Rubia itu (mengacu judul film Spanyol pada 1956 yang pernah melibatkan Di Stefano).
Dini hari nanti, Ramos cs mendapat momentum untuk mengubah image Estadio Di Stefano sebagai kandang angker bagi lawan. Yakni, ketika Real menghadapi Borussia Moenchengladbach dalam matchday pemungkas grup B (siaran langsung Champions TV 1 pukul 03.00 WIB).
Laga tersebut menentukan lolos atau tidaknya Real ke fase knockout atau babak 16 besar Liga Champions musim ini. Menghuni peringkat ketiga di bawah Gladbach dan Shakhtar Donetsk, skuad Zinedine Zidane itu butuh kemenangan. Seri sangat riskan karena bergantung kemenangan hasil buruk Shakhtar di kandang Inter Milan.
Produktivitas dan ketangguhan benteng pertahanan Real di Estadio Di Stefano musim ini pun patut dicermati. Dari enam laga, Real mencetak 11 gol dan kebobolan 9 gol. Bandingkan dengan enam laga musim lalu, Real mampu mencetak 13 gol dan hanya kebobolan 2 gol!
’’Kami harus memperbaikinya (statistik di Estadio Di Stefano, Red),’’ kata Ramos kepada Managing Madrid. ’’Kami memenangkan gelar liga (La Liga) musim lalu di tempat itu. Kali ini, kami ingin mendapat kesuksesan (lolos ke 16 besar Liga Champions, Red),’’ imbuh kapten sekaligus bek tengah Real tersebut.
Ramos kini berada dalam kondisi fisik prima setelah pulih dari cedera hamstring. Cedera itu membuat Cuqui, sapaan akrabnya, absen dalam lima pertandingan terakhir Real. Dua laga di antaranya berbuah kekalahan. Bahkan, di Liga Champions musim ini, dua kekalahan Real dialami ketika bek 34 tahun itu tidak bermain. Jika dirunut ke belakang, Los Merengues kalah delapan kali dalam sepuluh laga terakhir saat Cuqui absen.
Selain Ramos, bek kanan Dani Carvajal juga kembali berlatih setelah absen sejak melawan Inter di matchday keempat (26/11). Punya dua pemain pilar di lini pertahanan diakui Zidane sangat berarti untuk laga krusial kontra Gladbach. ’’Yang jadi pemikiran kami bukan lagi kondisi skuad (karena cedera atau absen, Red), melainkan fokus untuk lolos (ke 16 besar),’’ tutur Zidane kepada Diario AS.
Selain melawan Gladbach, Real ditunggu dua laga lainnya di La Liga untuk memperbaiki image Estadio Di Stefano. Masing-masing dalam Derbi Madrileno kontra pemuncak klasemen Atletico Madrid (13/12) dan berlanjut melawan Athletic Bilbao (16/12). ’’Seperti tiga final beruntun bagi Real di Estadio Di Stefano,’’ tulis Mundo Deportivo. (io/c18/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria