Salah satu pemain Inter Milan yang paling terpukul atas hengkangnya Antonio Conte dari jabatan pelatih adalah Romelu Lukaku. Bomber Belgia itu pun tak kuasa menahan kesedihan ditinggal sosok yang sangat berjasa dalam karirnya.
Bagi Lukaku, Antonio Conte adalah sosok yang menyelamatkan karirnya yang sempat berada di titik nadir. Ia merasa terlahir kembali di tangan pelatih 51 tahun itu. Bahkan banyak yang pesimis Lukaku bisa menjadi bomber hebat lagi setelah gagal bersinar bersama Manchester United.
Namun setelah pindah ke Inter Milan dan dilatih Conte, pelan tapi pasti striker 28 tahun itu menemukan kembali sentuhan terbaiknya di kotak penalti lawan. Musim pertamanya di Inter, Lukaku membukukan 23 gol di Serie A. Kemudian musim ini, Ia mempertahankan performa apiknya dan menjadi pemin kunci di balik sukses Inter meraih scudetto. Bagi Romelu Lukaku, kembalinya ketajaman dirinya tidak lepas dari kontribusi Conte.
Tidak heran ketika manajemen Inter Milan mengumumkan bahwa mereka sepakat berpisah dengan Antonio Conte, membuat Lukaku sangat sedih. Melalui akun Instagramnya, Lukaku menyampaikan pesan perpisahan kepada Antonio Conte yang sangat menyentuh.
Tahun 2014 kita berbicara untuk pertama kalinya dan kita memiliki ikatan sejak saat itu. Kita memiliki banyak momen untuk bekerja sama tetapi hanya Tuhan yang tahu mengapa itu tidak pernah terjadi sebelumnya,” tulis Lukaku.
Menang dan itu yang terpenting bagi Anda dan saya senang Anda menjadi pelatih.”
Meski harus berpisah dengan Antonio Conte, Lukaku berjani akan selalu memegang petuah sang allenatore di sisa karirnya.
“Saya akan menjaga prinsip Anda selama sisa karir saya (persiapan fisik, mental dan hanya dorongan untuk menang …) itu menyenangkan bermain untuk Anda! Terima kasih atas semua yang Anda lakukan. Aku berhutang banyak padamu .. @antonioconte,” tutup pesan perpisahan Lukaku.
Diberitakan sebelumnya, Conte meninggalkan Inter, Rabu (26/5/2021), meski kontraknya masih tersisa satu tahun. Kedua pihak sepakat berpisah dengan Conte menerima kompensasi 7 juta euro, setengah dari gajinya yang tersisa. Konon, kepergian Conte karena manajemen ingin menjual sejumlah pemain kunci Inter untuk mendapatkan dana sekitar 80 juta euro demi menstabilkan keuangan.
Rencana yang sangat bertentangan dengan keinginan Conte, yang justru berharap petingg Nerazzurri menambah amunisi baru agar lebih kompetitif musim depan. Terutama di Liga Champions. Keputusan sudah dibuat dan kini Inter harus mencari pelatih baru, dengan pelatih Lazio, Simone Inzaghi disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Conte. (fat/pojoksatu)
“Anda datang pada waktu yang tepat dan pada dasarnya mengubah saya sebagai pemain dan membuat saya lebih kuat secara mental dan yang lebih penting kita menang bersama!”
Editor : izak-Indra Zakaria