BARCELONA – Cesc Fabregas, Thierry Henry, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Ketiganya adalah kapten Arsenal yang sukses diboyong oleh FC Barcelona. Auba menjadi nama terakhir yang bergabung pada hari penutupan bursa transfer musim dingin tahun ini atau pada Selasa pagi WIB (1/2).
Kedatangan striker 32 tahun asal Gabon itu lumayan kejutan karena Barca telah mendapatkan dua penyerang baru, Ferran Torres dan Adama Traore. Belum lagi lini serang Barca sudah disesaki setidaknya tujuh pemain. Yakni, Memphis Depay, Luuk de Jong, Ansu Fati, Martin Braithwaite, Ousmane Dembele, Ferran Jutgla, dan Abde Ezze.
Ternyata, seperti ditulis Mundo Deportivo, ada peran anak Presiden Barca Joan Laporta dalam kedatangan Auba. Dia adalah Guim Laporta. Guim pernah menangani Auba di timnas Gabon pada era kepelatihan Jose Antonio Camacho (2016–2018). Satu di antara tiga putra Joan Laporta itu menjabat asisten pelatih merangkap penerjemah.
”Guim jadi bagian dari proyek sepak bola yang dibawa Jaume Ferrer (mantan anggota dewan direksi Barca, Red) ke Gabon sejak 2003. Deco (mantan gelandang Barca, Red) pernah dijadikan penasihat teknis federasi di sana, sedangkan Lionel Messi (mantan striker Barca, Red) juga sempat datang ke Gabon pada 2015,” tulis Mundo Deportivo.
Di sisi lain, meski sudah mendapatkan Auba, Barca belum meresmikannya kepada publik. Salah satu alasannya, Barca belum mendapatkan surat bebas transfer dari Arsenal. Ya, Auba sejatinya masih terikat kontrak dengan Arsenal sampai Juni 2023. Artinya, Barca harus membayar kompensasi transfer kepada Arsenal.
Pada kenyataannya, Barca tidak mengeluarkan biaya transfer lantaran Auba dan Arsenal sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih cepat. Auba boleh dibilang disingkirkan secara halus dari skuad Arsenal setelah tudingan melakukan indisipliner. Efeknya, pelatih Arsenal Mikel Arteta tidak memainkannya sejak 11 Desember 2021 atau melewatkan tujuh pertandingan The Gunners. Arteta sekaligus mencabut jabatan kapten Arsenal yang sudah diemban Auba sejak November 2019. (ren/c6/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria