NEWCASTLE — Lima hari lalu (8/11) Eddie Howe tepat setahun menangani Newcastle United. Momen yang menjadi tonggak awal era The Magpies —sebutan Newcastle United— di bawah kepemilikan Kerajaan Arab Saudi (via Public Investment Fund yang menggandeng RB Sports & Media serta PCP Capital Partners).
Howe dan anak asuhnya sudah memberikan kado berupa kemenangan atas Crystal Palace pada putaran ketiga Piala Liga pertengahan pekan lalu (10/11). Tetapi, kado yang sesungguhnya untuk bos Arab mereka adalah hasil positif dini hari nanti (13/11) WIB. Yakni, The Magpies sukses mengalahkan Chelsea pada matchweek ke-16 Premier League di St James Park (siaran langsung SCTV/Champions TV 5/Vidio pukul 00.30 WIB).
Kemenangan atas Chelsea akan membuat Kieran Trippier dkk bertahan di peringkat ketiga ketika Boxing Day (tradisi laga sehari setelah Natal). Melawan The Blues —sebutan Chelsea— merupakan laga pemungkas Premier League sebelum memasuki jeda Piala Dunia 2022. Premier League aktif lagi bertepatan dengan Boxing Day.
Sepanjang berkiprah di era Premier League, posisi terbaik Newcastle ketika memasuki Boxing Day adalah pemuncak klasemen. Itu terjadi pada musim 1995—1996 ketika dilatih Kevin Keegan dan musim 2001—2002 di bawah asuhan Sir Bobby Robson.
Peringkat ketiga saat ini pun sudah luar biasa. Hanya Arsenal dan Manchester City yang berada di atas The Magpies. Arsenal sebagai pemuncak klasemen melaju konsisten sepanjang musim. Sementara itu, City merupakan juara bertahan sekaligus tim tersukses dalam lima musim terakhir (4 kali juara).
Kemarin (11/11) Howe menerima penghargaan sebagai pelatih terbaik Premier League edisi Oktober 2022. Sepanjang bulan lalu, Howe membawa The Magpies tidak terkalahkan dalam 6 laga (5 menang dan 1 seri). Kesuksesan Toon Army —sebutan lain Newcastle United— dilengkapi oleh gelandang serang Miguel Almiron yang memenangi penghargaan pemain terbaik sekaligus gol terbaik.
”Semoga kami bisa melanjutkan tren dan momentum positif ini. Meski begitu, Graham Potter (tactician Chelsea, Red) bisa menyulitkan,” ucap Howe dalam pre-match press conference tadi malam WIB seperti dilansir Chronicle Live.
Chelsea merupakan big six terakhir sampai akhir tahun ini yang belum dihadapi Newcastle. Rapor Newcastle melawan big six cukup impresif. Hanya kalah sekali sekaligus satu-satunya kekalahan mereka musim ini. Yaitu, saat kalah 1-2 oleh Liverpool FC di Anfield (1/9).
Selebihnya, Newcastle menahan seri City (3-3) dan Manchester United (0-0) serta menang 2-1 atas Tottenham Hotspur. Untuk Arsenal, The Magpies baru berkesempatan menghadapinya tahun depan. Masing-masing di awal 2023 (4/1) dan pada 6 Mei mendatang.
”Mereka (Newcastle United, Red) menjalani musim fantastis. Tentu mereka akan sangat termotivasi ketika menghadapi kami. Yang harus kami lakukan adalah segera bangkit dari situasi buruk (setelah kalah oleh City di Piala Liga, Red) dengan mendapatkan hasil bagus (dini hari nanti, Red),” beber Potter yang mendapatkan hasil seri 0-0 melawan Newcastle musim ini ketika masih menangani Brighton & Hove Albion (13/8). (io/c19/dns)
Line up ---
Newcastle United (4-3-3): 22-Pope (g); 2-Trippier (c), 5-Schar, 4-Botman, 33-Burn; 36-Longstaff, 39-Guimaraes, 28-Willock; 24-Almiron, 20-Wood, 7-Joelinton
Pelatih: Eddie Howe
Jersey pemain: Hitam-putih
Jersey kiper: Kuning
Chelsea (4-2-3-1): 16-Mendy (g); 28-Azpilicueta (c), 14-Chalobah, 6-Thiago Silva, 32-Cucurella; 12-Loftus-Cheek, 8-Kovacic; 17-Sterling, 29-Havertz, 19-Mount; 9-Aubameyang
Pelatih: Graham Potter
Jersey pemain: Biru
Jersey kiper: Hijau
Wasit: Robert Jones
Stadion: St James Park, Newcastle upon Tyne
Siaran langsung: SCTV/Champions TV 5/Vidio pukul 00.30 WIB
Asian Handicap: 0:1/4
Editor : izak-Indra Zakaria