TANJUNG SELOR – Kontingen Kabupaten Tana Tidung (KTT) memberikan kejutan pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara, yang sudah berlangsung selama tiga hari.
Perolehan medali sementara tiap kabupaten dan kota, KTT berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Dengan mengumpulkan sebanyak 78 medali. Rinciannya, 17 emas, 18 perak dan 43 perunggu. Meskipun pada hari kedua, KTT masih berada di urutan paling buncit, dengan mengumpulkan 35 medali. Meliputi 6 emas, 8 perak dan 21 perunggu.
Pada Porprov perdana ini, KTT mengikuti 26 cabang olahraga (Cabor). Wakil Bupati KTT Hendrik saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa cabor yang di pertandingkan telah menampilkan yang maksimal. Pemerintah daerah berharap, prestasi yang diraih saat ini terus dipertahankan.
“Kita sangat mengapresiasi atas penampilan para atlet yang bertanding. Mereka telah menampilkan yang maksimal, sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujar Hendrik, kemarin (19/12).
Bahkan, pemda berkomitmen akan memberikan hadiah bagi para atlet yang berprestasi. Menurut dia, beberapa cabor yang dipandang potensi untuk ditingkatkan. Persoalan beberapa kendala yang dihadapi, menjadi bahan evaluasi oleh panitia bersama dengan pemerintah daerah. Hal yang perlu dievaluasi, kata Wabup, salah satunya mengenai kedisiplinan para atlet.
“Kita minta para atlet tetap menjaga kedisiplinan, jaga stamina tubuh supaya tetap sehat dan bugar. Sehingga saat pertandingan bisa menampilkan yang terbaik,” harapnya.
Memasuki hari ketiga Porprov I ini, sudah ada beberapa cabor yang menyelesaikan pertandingan. Khususnya yang bertanding di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Seperti Panahan, Petanque, Panjat Tebing, Kempo hingga Kick Boxing. Pada cabor Panahan, Kota Tarakan tampil sebagai juara umum dengan torehan 17 medali. Terdiri dari 9 emas, 7 perak dan 1 perunggu.
Kabupaten Malinau harus puas berada di peringkat kedua, dengan 15 medali. Meliputi 7 emas serta masing-masing 4 perak dan perunggu. Sementara, Bulungan bertengker di urutan ketiga yang mengumpulkan 6 medali (1 emas dan 5 perunggu). Selanjutnya, KTT 5 medali (2 perak dan 3 perunggu), terakhir Kabupaten Nunukan harus puas membawa 3 medali (2 perak dan 1 perunggu).
Berikutnya cabor Kick Boxing yang berlangsung di Pendopo Lapangan Agathis Tanjung Selor pun menorehkan hasil memuaskan. Juara umum menjadi milik Kota Tarakan. Kontingen Tarakan menyabet 4 medali emas, 1 perak dan 4 perunggu. Kemudian disusul Bulungan dengan 3 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Lalu KTT yang meraih 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Sementara Malinau meraih 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Dikatakan Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Tarakan Rudi Limantara, capaian medali emas ini sudah melebihi target. Pasalnya, saat akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara, KBI Tarakan hanya memasang target 2 medali emas.
“Kita memang targetkan 2 medali emas, dari nomor dua fighting dan dua musical forms,” ujar Rudi yang ditemui usai penyerahan medali, Senin (19/12).
Rudi menilai, selama pertandingan untuk nomor fighting atlet cukup merata di masing-masing kabupaten dan kota. Apalagi rata-rata atlet berhasil menyabet medali emas.
Untuk ke depan, berkaitan persiapan Pra PON, KBI Tarakan belum bisa memastikan. Mengingat, kekuatan atlet dari kabupaten lain pun cukup bagus. “Terpenting bagi kita, tetap mempersiapkan atlet untuk Pra PON. Sambil kita berkoordinasi dengan Pengprov KBI Kaltara,” tuturnya.
Sementara di cabor Petanque, Kabupaten Bulungan dinobatkan sebagai juara umum yang mengumpulkan 13 medali (6 emas, 6 perak dan 1 perunggu). Atlet Bulungan begitu mendominasi di cabor ini. Bahkan di hari pertama, Bulungan sukses merebut 5 medali (4 emas dan 1 perunggu).
Keunggulan perolehan medali pada hari pertama, membangkitkan semangat atlet Petanque Bulungan untuk bermain lebih baik. Alhasil, di hari terakhir pertandingan, Bulungan menambah pundi-pundi medali. Dengan torehan 2 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Pada peringkat kedua, KTT tampil apik dengan mengumpulkan total 13 medali (4 emas, 2 perak dan 7 perunggu).
Sementara Tarakan dan Nunukan harus puas berada di peringkat ketiga dan keempat. Tarakan mengumpulkan 13 medali (2 emas, 3 perak dan 8 perunggu). Kabupaten Nunukan memperoleh 13 medali (1 emas, 2 perak dan 10 perunggu). Tampil sebagai juara umum tentu merupakan kebanggaan bagi Bulungan.
“Tiga bulan sebelum Proprov ini, kita sudah lakukan latihan rutin. Alhamdulillah, target kami memang 6 medali emas dan itu tercapai,” ujar Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bulungan Dhani Alam.
Berkaitan menghadapi Pra PON, lanjut Dhani, pada cabor Petanque ini tidak bisa diduga-duga. Karena permainan ini butuh konsentrasi dan keberuntungan. “Di FOPI ini tidak ada namanya juara abadi, baik junior maupun senior. Tapi hasil ini kami merasa puas, meskipun ke depannya tetap mempersiapkan atlet pada kejuaraan-kejuaraan mendatang,” tutupnya. (uno2)
Editor : uki-Berau Post