Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltim segera mempersiapkan atlet terbaiknya. Melalui kejuaraan provinsi (kejurprov) Mei mendatang di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mereka akan diseleksi untuk kualifikasi Pra PON 2023.
BALIKPAPAN –Ketua Harian Pengprov PRSI Kaltim Alimudin mengatakan, pihaknya baru saja menyerahkan surat permohonan ke Ketua Pengprov PRSI Kaltim Dayang Donna Faroek, terkait kejuaraan yang menjadi seleksi provinsi (selekprov) untuk Pra PON 2023, sekaligus Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI/2023 yakni di Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
“Insyaallah, kejuaraan antar pengcab PRSI se-Kaltim digelar di Tenggarong bertajuk Gubernur Cup I bulan Mei nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan ada dua kejuaraan sebagai kualifikasi sebelum turun PON XXI/2024 di Aceh-Sumut. Yakni Festival Akuatik Indonesia (FAI) dan Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC). Di mana, PRSI Kaltim mesti mengikuti salah satu kejuaraan tersebut dan harus mencapai limit untuk PON.
Ditanya soal kekuatan Kaltim, Alimudin mengatakan Kaltim masih bisa diperhitungkan. Mengingat, Bumi Etam pernah sukses saat PON XIX/2016 Jawa Barat (Jabar), dengan raihan satu medali perak dan satu perunggu.
Hanya, sambungnya, turnamen sangat minim digelar di skala regional. Sementara, untuk terus mengikuti event keluar daerah memerlukan biaya yang tak sedikit.“Makanya, gelaran turnamen ini harusnya lebih sering dilaksanakan. Target jangka pendek kami adalah lolos pra kualifikasi dulu,” tambah pria yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN ini.
Jika bisa lulus, kata dia, pihaknya berencana membuat program pembinaan atlet. Mengingat, untuk bisa meraih kesuksesan di PON Aceh dan Sumatera Utara memerlukan latihan dengan fasilitas dan pelatih yang bagus. Sebab, Kaltim bakal bersanding dengan daerah-daerah kuat seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.
DI sisi lain, ia mengakui sudah ada daftar atlet yang dianggap memiliki potensi lebih. Tetapi, pihaknya bakal memantau atlet saat Kejurprov Gubernur Cup I, setelah diseleksi akan ditangani oleh pelatih yang ditunjuk. Barulah, bakal digelar training center (TC) selama satu atau dua bulan.
Dia juga menekankan, para atlet yang berangkat ialah mereka yang benar-benar punya potensi medali. Makanya, pihaknya belum bisa memastikan berapa tepatnya atlet yang bakal dikirimkan ke Pra PON 2023. Begitu pula saat akan dikirimkan ke PON 2024, mereka bakal dievaluasi lagi meski pun limit saat Pra Pon 2023 terpenuhi.
“Karena turnamen sekelas Pra PON dan PON bukan untuk cari pengalaman, tetapi untuk berebut medali. Terlebih, kami targetkan minimal bisa mengulang kesuksesan saat PON 2016 di Jabar,” pungkasnya.(okt/tom)
Editor : izak-Indra Zakaria