Timnas Indonesia bersiap menghadapi Australia dalam laga 16 besar Piala Asia 2023, dan para pencinta sepak bola Tanah Air tidak boleh melewatkan momen ini.
Dengan siaran langsung RCTI dan opsi streaming Vision+, pertarungan seru antara Garuda dan Socceroos akan menjadi sorotan. Berikut prediksi dan detail jadwal untuk pertandingan yang diantisipasi banyak orang ini.
Pertama-tama, jadwal laga ini direncanakan berlangsung pada Minggu, 28 Januari 2024, pukul 18.30 WIB. Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, akan menjadi saksi pertarungan seru antara Timnas Indonesia dan Australia.
Dalam persiapan menghadapi Australia yang memiliki penguasaan bola tinggi, pelatih Shin Tae-yong tampaknya akan menerapkan strategi khusus. Dengan hanya memiliki 35,7% rata-rata penguasaan bola per laga, Indonesia akan menghadapi tantangan untuk meredam dominasi Australia yang mencapai 63% rata-rata penguasaan bola.
Pelatih Shin Tae-yong mungkin akan memilih formasi tiga bek tengah untuk menghadapi tekanan dari Australia. Jordi Amat diharapkan menjadi pilihan utama di sektor ini, dengan kemungkinan penampilan Elkan Baggott sebagai starter untuk memperkuat pertahanan.
Meskipun Timnas Indonesia diremehkan oleh beberapa media, termasuk prediksi dari JawaPos.com yang memperkirakan skor 1-2 untuk kemenangan Australia, Timnas Indonesia telah membuktikan kemampuannya dengan lolos ke babak 16 besar lewat peringkat ketiga terbaik dari Grup D.
Selain itu, dalam laga terakhir melawan Jepang, Indonesia berhasil mencetak gol dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Sebuah prestasi besar mengingat ini merupakan kali pertama Indonesia melaju ke fase gugur Piala Asia setelah empat kesempatan sebelumnya yang kurang sukses.
Dalam menyusun susunan pemain terbaiknya, Timnas Indonesia akan mempertahankan beberapa pemain kunci, termasuk Ernando Ari, Justin Hubner, Pratama Arhan, dan Marselino Ferdinan yang telah tampil penuh dalam tiga laga beruntun sebelumnya.
PATTYNAMA TAK MAIN
Selama fase grup berlangsung, Pratama Arhan lebih dipercaya sebagai starter oleh Shin Tae Yong untuk mengisi posisi bek sayap kiri dibanding Shayne Pattynama. Dalam 3 laga yang telah dilewati oleh Timnas Indonesia di fase grup, Pratama Arhan mampu mengamankan posisi bek sayap kiri, dan tampil di semua laga, meski harus bersaing dengan Edo Febriansah dan Shayne Pattynama.
Pratama Arhan mendampingi Shin Tae Yong dalam sesi konferensi pers sebelum laga kontra Australia. Ini mengindikasikan bahwa pria asal Blora itu akan mengisi starting line up Skuad Garuda. Pemilihan pemain oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut menjadi sorotan warganet karena menilai Shayne Pattynama layak diberi kesempatan untuk tampil.
Namun, Shin tentu memiliki alasan yang kuat mengapa ia lebih memilih Pratama Arhan sebagai starter. Seperti diketahui, Shayne Pattynama sempat meninggalkan kamp latihan Timnas Indonesia di Antalya, Turki, dan kembali ke Belanda, tanah kelahirannya. Shin menjelaskan bahwa kepergian Pattynama disebabkan oleh kondisi ibunya di Belanda.
"Jujur, ada masalah dengan kesehatan ibu Pattynama. Jadi, akhirnya dia kembali ke Belanda," ujar Shin.
Saat meninggalkan kamp pelatihan, pemain keturunan Belanda itu melewatkan 3 kali uji coba, dua kali menghadapi Libya di Turki, dan satu laga kontra Iran di Qatar. Hal tersebut menjadi pertimbangan yang cukup rasional untuk Shin dalam menentukan posisi bek sayap kiri.
Di satu sisi, Pratama Arhan mampu tampil apik di fase grup. Menurut Sofascore, pemain yang baru didatangkan Suwon FC itu tercatat mendapat rating 6,8. Penampilan terbaiknya ia sajikan saat laga kontra Vietnam, dengan rating 7,1. Arhan mencatatkan 2,3 tackling per laga, dan 4,3 perebutan bola setiap laga. Selain itu, lemparan jarak jauh menjadi andalan Arhan saat tim sedang mengalami kebuntuan di depan. (*)
Editor : Indra Zakaria