SAMARINDA—Para atlet, pelatih, dan ofisial teknik dipastikan semringah saat memulai pemusatan latihan daerah (pelatda). Pasalnya, mereka akan menerima uang saku dari menjalani training camp (TC) desentralisasi mandiri selama tiga bulan terakhir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras dalam sambutannya pada pencanangan pelatda, Minggu (3/3). “Mereka yang sudah registrasi, mengikuti tes kesehatan, dan tes fisik akan menerima haknya tiga bulan penuh,” ucapnya, disambut tepuk tangan dan sorak-sorai dari hadirin.
Untuk diketahui, pada TC desentralisasi mandiri yang terlaksana pada Desember 2023 hingga Februari 2024, para atlet dan pelatih mendapat uang saku senilai Rp 1 juta.
Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut, Rusdi juga menyebutkan, atlet dan pelatih pelatda akan menerima uang saku. Jumlahnya berbeda, disesuaikan dengan capaian di babak kualifikasi (BK) pekan olahraga nasional (PON) 2023.
Para atlet peraih medali emas akan diganjar Rp 5 juta. Disusul atlet peraih perak dengan Rp 3,5 juta, dan perunggu Rp 2,5 juta. Adapun atlet yang lolos ke PON dengan status non-medali, akan diberi uang saku Rp 1 juta.
Beda lagi dengan pelatih. Nilai uang saku mereka diklasifikasikan berdasarkan prioritas masing-masing cabang olahraga (cabor). Pelatih cabor andalan diberi Rp 5 juta. Kemudian pelatih cabor unggulan dan harapan diberi Rp 4 juta.
Demi melecut semangat para atlet, Rusdi juga menyampaikan, para atlet yang meraih medali emas saat berlaga di PON XXI/2024 Aceh-Sumut akan menerima dana segar senilai Rp 40 juta. Dana itu diserahkan setelah mereka dipastikan berhasil meraih medali emas di lapangan.
“Selain itu, KONI Kaltim sudah mengusulkan ke Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik tentang peningkatan nilai bonus atlet Kaltim yang nanti meraih medali emas di PON 2024, yakni Rp 300 juta. Tentu kita semua berharap usulan itu bisa disetujui,” terangnya.(er/k16)
RENDY FAUZAN
Editor : Indra Zakaria