SAMARINDA – Selama satu bulan ke depan, pemusatan latihan daerah (pelatda) akan berjalan seiring dengan bulan Ramadan. Seluruh cabang olahraga mulai mengatur intensitas latihan mereka, dengan tujuan memastikan bahwa atlet dapat menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai peserta pelatda dan menjalankan ibadah puasa.
Haris, pelatih kriket Kaltim, menjelaskan bahwa anak asuhnya biasanya melakukan latihan fisik pada pagidari pukul 05.30–09.30 Wita. Untuk latihan teknik, mereka memilih sore sekitar pukul 15.00–18.00 Wita. Namun, selama Ramadan, tahap persiapan umum mengalami perubahan, terutama dalam jadwal latihan.
“Pada Ramadan, sesi latihan berubah, yaitu latihan teknik dilakukan pada pagi hari, dan latihan fisik dilakukan sore hari," kata Haris saat ditemui di Gedung Olahraga (GOR) Kadrie Oening kemarin.
Selain perubahan jadwal latihan, Haris dan staf pelatih akan berupaya menciptakan suasana latihan yang lebih menyenangkan. "Kami akan maksimalkan agar mereka tidak merasa tertekan secara berlebihan. Konsep 'enjoy' yang kami maksud adalah menciptakan suasana yang bisa meningkatkan semangat atlet selama Ramadan ini," tambahnya.(tom/k16)
EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com
Editor : Indra Zakaria