PASER- Sebuah kabar kurang menyenangkan datang dari dunia sepak bola Indonesia di wilayah selatan Kaltim. Tim Liga 3, Paser United, dilaporkan menunggak gaji pemain dan staf pelatihnya.
Para pemain menyatakan bahwa klub tidak menepati komitmen mereka setelah tim dibubarkan.
Herman Rante, pelatih Paser United, dengan nada kecewa mengungkapkan bahwa klub belum menyelesaikan kewajibannya terkait pembayaran gaji dan bonus kepada pemain dan staf pelatih."Kami telah berjuang keras, namun manajemen tidak memenuhi janji. Kami berharap situasi ini segera diselesaikan," ujarnya, Minggu (9/6) siang.
Ia mengatakan, sejak awal pembentukan tim, Paser United sudah mengalami kendala. "Pada tahap seleksi pemain, pelatih lokal di Paser enggan mengirimkan pemain mereka karena merupakan tim baru," tambahnya.
Para pemain dan pelatih hanya berharap agar apa yang dijanjikan manajemen segera dipenuhi, demi kelangsungan karier dan prestasi tim.
Apalagi, saat launching, Pemerintah Kabupaten juga turut hadir. Mereka berharap tim ini dapat membawa kebanggaan bagi Paser. “Kami sempat bertahan 1-2 minggu untuk menunggu kepastian. Tapi malah kami disuruh kembali ke daerah masing-masing,” ungkap mantan pemain liga Indonesia era perserikatan ini.
Total tunggakan gaji yang harus dibayarkan manajemen diperkirakan mencapai Rp 200 juta, dengan 28 pemain dan 14 staf pelatih yang terdampak.
Salah satu pemain Paser United, Wawan Sama, mengaku hanya mendapatkan separuh dari nilai kontrak yang telah disepakati.“Tidak adil, berbeda-beda setiap pemain. Saya hanya mendapat separuh, ada yang di bawah itu, hanya mendapat sekian persen,” keluhnya, yang juga merupakan kapten Paser United.
Tidak hanya gaji, bonus-bonus yang seharusnya diberikan sesuai kontrak juga tidak pernah diterima. Tim dibubarkan begitu saja setelah selesai zona Kaltim sekitar bulan Maret lalu.“Kami bermain di Januari lalu, berhasil menempati peringkat satu pada putaran grup. Namun, di empat besar kami hanya menjadi juara keempat. Setelah itu, hak-hak pemain tidak diberikan oleh manajemen,” jelasnya.
Hingga saat ini, seluruh pemain dan jajaran kepelatihan hanya menunggu. Pemain-pemain telah kembali ke daerah masing-masing, sementara tunggakan gaji dan bonus masih menggantung.
Editor : Wawan