Banyak jenis cekikan dalam mix martial art (MMA) yang secara efektif melumpuhkan lawan. Selain tentunya yang sudah akrab ditelinga penggemar tarung seperti rear naked choke (RNC), triangle choke ala Khabib Nurmagomedov saat mengalahkan Justin Gaethje atau D'arce choke andalan Islam Makhachev saat mengalahkan lawan-lawannya.
Nah, kali ini kita bahas soal Ninja choke. Teknik ini kembali hangat dibicarakan usai Jean Silva memakainya saat mengalahkan Bryce Mitchell di UFC 314. Yuk kita bahas bagaimana sejatinya cekikan jenis ini.
Ninja Choke, terkadang juga disebut scarf hold choke atau baseball bat choke (ada beberapa variasi), adalah teknik submission (kuncian) dalam MMA yang menargetkan aliran darah ke otak lawan melalui tekanan pada arteri karotis di leher. Teknik ini unik karena sering kali tidak melibatkan penggunaan kaki untuk mengontrol tubuh lawan secara tradisional seperti kuncian belakang (rear-naked choke) atau segitiga (triangle choke).
Mekanisme Kuncian:
Ninja Choke bekerja dengan memberikan tekanan bilateral (dari kedua sisi) pada arteri karotis di leher lawan. Ketika tekanan yang cukup diterapkan, aliran darah ke otak terhambat, menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran sementara (submission), atau bahkan pingsan jika kuncian dipertahankan terlalu lama.
Tidak seperti kuncian udara (air choke) yang menekan trakea, blood choke seperti Ninja Choke jauh lebih cepat dalam menghasilkan submission jika dilakukan dengan benar, biasanya dalam hitungan detik.
Cara Melakukan Ninja Choke (Umumnya dari Posisi Scarf Hold/Head Scarf):
Memperoleh Posisi: Ninja Choke sering kali dimulai dari posisi scarf hold (kesa-gatame dalam Judo). Dalam posisi ini, Anda berada di samping tubuh lawan, dengan satu lengan Anda melingkari kepala lawan di bawah ketiak, dan lengan lainnya mengontrol lengan lawan yang paling dekat dengan kepala Anda. Dada dan perut Anda menekan tubuh lawan.
Mengamankan Lengan: Lengan Anda yang melingkari kepala lawan akan menjadi kunci utama. Anda perlu mengamankan lengan ini dengan erat di sekitar leher lawan.
Menciptakan Tuas: Lengan Anda yang mengontrol lengan lawan memiliki peran penting dalam menciptakan tuas dan tekanan. Ada beberapa variasi dalam melakukan Ninja Choke, tetapi prinsipnya melibatkan penggunaan lengan yang bebas untuk membantu mengencangkan kuncian di leher lawan.
Variasi Umum:
Menggunakan Lengan Bebas: Lengan yang bebas (yang mengontrol lengan lawan) dapat digunakan untuk meraih bisep lengan yang melingkari leher lawan. Dengan menarik bisep tersebut ke arah Anda sambil menjaga tekanan di leher, kuncian akan semakin kuat.
Menggunakan Kepala: Dalam beberapa variasi, kepala Anda dapat digunakan sebagai titik tumpu untuk membantu mengencangkan tekanan di leher lawan.
Menggunakan Kaki (Kurang Umum): Meskipun tidak tradisional, beberapa praktisi mungkin menggunakan kaki mereka untuk membantu mengontrol tubuh lawan atau menciptakan sudut yang lebih baik untuk kuncian.
Menerapkan Tekanan: Tekanan harus diterapkan secara merata pada kedua sisi leher, menargetkan arteri karotis. Fokus pada merapatkan lengan di sekitar leher dan menggunakan tuas yang diciptakan oleh lengan yang bebas.
Cara Lolos dari Ninja Choke:
Lolos dari Ninja Choke bisa sangat sulit, terutama jika kuncian sudah dalam dan diterapkan dengan benar. Namun, berikut beberapa prinsip dan teknik yang bisa dicoba:
Pencegahan Adalah Kunci: Cara terbaik untuk menghindari submission adalah dengan mencegah lawan mendapatkan posisi yang menguntungkan untuk melakukan kuncian, seperti scarf hold. Pertahankan guard yang baik, hindari memberikan punggung Anda, dan selalu waspada terhadap transisi posisi lawan.
Kesadaran Posisi: Jika lawan berhasil mendapatkan posisi scarf hold, segera sadari bahaya Ninja Choke. Jangan panik, tetapi bergeraklah dengan cepat dan terukur.
Melindungi Leher: Prioritaskan melindungi leher Anda. Cobalah untuk mengangkat dagu Anda dan menciptakan ruang antara leher Anda dan lengan lawan. Gunakan tangan Anda untuk mengganjal lengan lawan yang melingkari leher Anda.
Menciptakan Ruang: Tujuan utama Anda adalah menciptakan ruang untuk melonggarkan kuncian. Beberapa cara untuk melakukan ini:
Bridging (Mengangkat Pinggul): Jika Anda berada di bawah dalam posisi scarf hold, cobalah untuk melakukan bridge yang kuat untuk menggeser posisi lawan dan mengurangi tekanan.
Shrimping (Menggerakkan Pinggul ke Samping): Coba gerakkan pinggul Anda menjauh dari lawan untuk menciptakan sudut dan ruang.
Wriggling (Menggeliat): Gunakan gerakan tubuh kecil dan cepat untuk mencoba melonggarkan cengkeraman lawan.
Mengontrol Lengan Lawan: Fokus pada mengontrol lengan lawan yang melakukan kuncian. Jika Anda bisa mengisolasi atau mengontrol salah satu lengannya, Anda bisa mengurangi tekanan atau mencegahnya menggunakan lengannya yang bebas untuk memperkuat kuncian.
Mengubah Sudut: Cobalah untuk mengubah sudut tubuh Anda relatif terhadap lawan. Ini bisa membuat lawan kehilangan posisi yang optimal untuk menerapkan kuncian.
Melarikan Diri dari Posisi Scarf Hold: Cara terbaik untuk lolos dari Ninja Choke adalah melarikan diri dari posisi scarf hold sepenuhnya. Ini bisa melibatkan sweeping (membalikkan lawan), scrambling (perebutan posisi), atau guard recovery (kembali ke posisi guard).
Menggunakan Ledakan: Jika Anda memiliki kesempatan, gunakan ledakan tenaga untuk mencoba melepaskan diri. Ini bisa berupa gerakan tiba-tiba untuk mendorong lawan menjauh atau membalikkan posisi.
Ninja Choke adalah teknik yang sangat berbahaya jika diterapkan dengan benar. Jangan mencoba teknik ini tanpa pengawasan instruktur MMA yang berpengalaman.
Jika Anda berada dalam kuncian Ninja Choke dan merasa kehilangan kesadaran, tap out (menyerah) dengan segera untuk menghindari cedera serius.
Ninja Choke adalah teknik submission yang efektif dan unik dalam MMA yang menargetkan aliran darah ke otak dari posisi scarf hold. Keberhasilannya bergantung pada penguasaan posisi, penggunaan tuas yang tepat, dan penerapan tekanan yang akurat. Lolos dari kuncian ini sangat sulit dan membutuhkan kesadaran posisi yang baik, teknik melarikan diri yang cepat, dan seringkali, pencegahan sejak awal. Selalu latih teknik ini di bawah bimbingan profesional dan prioritaskan keselamatan Anda dan rekan latihan Anda. (*)
Editor : Indra Zakaria