Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Laga Timnas Indonesia Tak Hanya Dimainkan di Jakarta, Kalimantan Jadi Opsi

Redaksi • Sabtu, 6 September 2025 | 12:00 WIB
Skuad timnas Indonesia saat melawan China Taipei. (timnas indonesia)
Skuad timnas Indonesia saat melawan China Taipei. (timnas indonesia)

SURABAYA— Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan tim nasional Indonesia tidak hanya akan bermain di Jakarta. PSSI berkomitmen menghadirkan laga Timnas Indonesia ke berbagai daerah, termasuk Papua dan Kalimantan. Jika di Kalimantan, laga kemungkinan besar akan dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda yang punya stadion berstandar internasional.

Menurut Erick, sepak bola harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Karena itu, ke depan Timnas Indonesia U-17 dan U-20 dipertimbangkan untuk berlaga di luar Pulau Jawa. Hal itu ia sampaikan usai menyaksikan laga FIFA Match Day antara Indonesia kontra Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (5/9/2025) malam. Erick menilai antusiasme masyarakat di luar Jakarta sudah terbukti tinggi.

Ia mencontohkan sukses gelaran Piala Kemerdekaan 2025 yang dimainkan Timnas Indonesia U-17 Indonesia di Sumatera Utara pada 12–18 Agustus. Ajang itu mampu menghadirkan lebih dari 50 ribu penonton sepanjang turnamen.

Bagi Erick, angka tersebut menjadi bukti dukungan suporter di daerah sama besarnya dengan di ibu kota. Bahkan, atmosfer di stadion tidak kalah meriah ketika Timnas Indonesia muda berlaga. “Timnas bukan hanya bermain di Jakarta. Kita harus berani membawa timnas ke seluruh pelosok Indonesia,” tegas Erick Thohir, Sabtu (6/9/2025).

Ia menyebut, wacana memainkan laga di Kalimantan dan Papua merupakan langkah konkret agar kehadiran Timnas Indonesia terasa lebih dekat dengan masyarakat. PSSI ingin semua lapisan suporter bisa merasakan kebanggaan menyaksikan langsung Garuda berlaga.

Erick juga menyinggung pertandingan FIFA Match Day di Surabaya pada 5 dan 9 September 2025. Laga yang dimainkan di Stadion GBT terbukti sukses menyedot animo ribuan suporter.

Tak hanya itu, Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada 3–9 September 2025 juga berlangsung meriah. Ribuan penonton hadir, menegaskan Jawa Timur kini menjadi salah satu basis kuat dukungan Timnas Indonesia.

PSSI pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Erick menilai dukungan penuh Pemprov membuat rangkaian pertandingan di Surabaya dan Sidoarjo berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Langkah Erick membawa Timnas Indonesia ke daerah sejatinya sempat mendapat kritik. Kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, mengungkapkan keberatannya atas keputusan tersebut.

Menurut Simon, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta seharusnya menjadi markas tetap Timnas Indonesia. Atmosfer dan dukungan suporter di stadion kebanggaan itu dianggap luar biasa. Ia menilai, laga Timnas Indonesia di SUGBK selalu penuh sesak penonton. Berbeda dengan pertandingan di daerah lain yang menurutnya tidak selalu terjual habis.

Simon juga menilai Jakarta memiliki magnet tersendiri bagi pemain Timnas Indonesia. Euforia masyarakat ibu kota yang begitu dekat dengan skuad Garuda dianggap mampu mendongkrak mental bertanding.

Meski begitu, Erick menegaskan strategi pemerataan laga Timnas Indonesia bukan untuk mengurangi peran Jakarta. Ia justru ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia merasa memiliki tim nasional. Bagi Erick, SUGBK tetaplah ikon utama sepak bola Indonesia. Namun, stadion-stadion lain di berbagai daerah juga pantas mendapatkan kesempatan menggelar laga internasional.

Erick menekankan kehadiran Timnas Indonesia di daerah bisa menjadi pemicu pembangunan infrastruktur sepak bola. Selain itu, langkah ini juga memperluas jangkauan pembinaan dan memunculkan lebih banyak bibit muda.

Dengan hadirnya laga Timnas Indonesia di Papua atau Kalimantan, ia optimistis akan tumbuh pemain-pemain potensial dari wilayah tersebut. Antusiasme masyarakat lokal diyakini bisa menjadi energi positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Erick menambahkan, momen kebersamaan antara Timnas Indonesia dan suporter di daerah akan menciptakan ikatan emosional yang kuat. Hal itu sangat penting bagi perjalanan panjang Garuda menuju level internasional.

Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah terus hadir ketika PSSI berencana menggelar laga Timnas Indonesia di luar Jawa. Sinergi semua pihak dinilai krusial demi menyukseskan agenda besar tersebut.

“Kalau kita mau timnas berprestasi, dukungan rakyat dari seluruh Indonesia harus terasa nyata. Bukan hanya Jakarta, tapi juga Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, semua harus terlibat,” kata Erick. Kini, publik menanti langkah konkret PSSI dalam merealisasikan rencana itu. Apakah benar dalam waktu dekat Timnas Indonesia muda akan menginjakkan kaki di stadion-stadion Kalimantan dan Papua.

Yang jelas, gebrakan Erick Thohir ini menjadi sinyal wajah sepak bola nasional sedang diarahkan lebih inklusif. Tidak ada lagi kesan eksklusif Timnas Indonesia hanya milik ibu kota.

Semua rakyat Indonesia berhak menikmati momen ketika Garuda berlaga. Dan jika itu terwujud, dukungan massal dari Sabang sampai Merauke diyakini akan menjadi kekuatan terbesar bagi Timnas Indonesia. (*)

 

 

 

Editor : Indra Zakaria