MILAN – Spekulasi panjang mengenai masa depan juara dunia World Superbike (WSBK), Toprak Razgatlioglu, akhirnya menemui titik terang. Pembalap asal Turki yang dikenal dengan gaya balap agresif dan aksi stoppie ikoniknya tersebut dipastikan akan meninggalkan paddock WSBK untuk bergabung dengan kasta tertinggi balap motor dunia, MotoGP, mulai musim 2026.
Juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali itu akan menjalani debutnya di kelas utama MotoGP bersama tim Pramac Yamaha, dengan ekspektasi tinggi yang langsung menyertainya sejak awal.
Kepindahan ini menjadi salah satu berita paling panas di awal tahun 2026, mengingat Toprak selama ini dianggap sebagai satu-satunya pembalap yang mampu mendominasi WSBK dengan talenta yang setara dengan para rider elite MotoGP.
Manajer Toprak, Kenan Sofuoglu, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah Toprak merasa telah mencapai semua target yang ia impikan di ajang motor produksi massal. Gelar juara dunia yang ia raih bersama merek yang berbeda menjadi modal kepercayaan diri yang kuat untuk menghadapi mesin prototype MotoGP yang jauh lebih kaku dan bertenaga.
"Toprak selalu ingin menguji batas kemampuannya. MotoGP adalah tempat di mana pembalap terbaik dunia berkumpul, dan ia merasa sekarang adalah waktu yang tepat, baik secara mental maupun fisik," ujar Sofuoglu dalam keterangan resminya.
Dunia balap kini menanti bagaimana gaya balap Toprak yang sangat kuat pada titik pengereman (late braking) akan beradaptasi dengan teknologi ride-height device dan aerodinamika ekstrem di MotoGP. Beberapa pengamat menilai, kepindahan Toprak akan membawa warna baru dan persaingan yang lebih segar melawan nama-nama besar seperti Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
Meskipun motor MotoGP memiliki karakter ban dan sasis yang sangat berbeda dengan Superbike, banyak pihak optimis bahwa kemampuan adaptasi Toprak yang cepat akan membuatnya menjadi penantang podium dalam waktu singkat.
Kehadiran pembalap Muslim pertama yang memiliki pengaruh besar di kancah internasional ini juga diprediksi akan meningkatkan angka penonton MotoGP secara signifikan, terutama di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat.
Dorna Sports, selaku penyelenggara MotoGP, menyambut hangat kepindahan ini. Mereka menilai Toprak bukan hanya sekadar pembalap cepat, tetapi juga seorang entertainer di lintasan yang sangat dicintai oleh para penggemar balap motor di seluruh dunia.
Hingga berita ini diturunkan, tim yang akan dibela Toprak masih menjadi perbincangan hangat, namun rumor kuat mengarah pada salah satu tim pabrikan besar yang tengah mencari sosok "penggebrak" untuk mematahkan dominasi kompetitor mereka. Selamat datang di panggung utama, El Turco! (*)
Editor : Indra Zakaria