BOLOGNA – Kedatangan bintang besar World Superbike (WSBK), Toprak Razgatlioglu, ke kancah MotoGP pada musim 2026 bersama Pramac Yamaha memicu diskusi menarik di luar lintasan. Pembalap berjuluk "El Turco" ini dipastikan tidak bisa menggunakan nomor start ikoniknya, 54, yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun.
Nomor 54 memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi Toprak. Selain merupakan dua digit pertama kode pos kota kelahirannya, Adapazari di Turki, angka tersebut adalah warisan dari mentornya, Kenan Sofuoglu. Namun, aturan ketat MotoGP mengharuskan Toprak mengalah karena nomor tersebut sudah lebih dulu dipatenkan oleh pembalap muda Spanyol, Fermin Aldeguer.
Benturan Sentimental dengan Fermin Aldeguer
Dalam regulasi MotoGP, nomor start bersifat personal dan tidak boleh digunakan oleh dua pembalap aktif secara bersamaan. Fermin Aldeguer, yang telah menggunakan nomor 54 sejak di kelas Moto2 dan membawanya naik ke kelas utama bersama Gresini Racing, enggan melepas angka tersebut.
Bagi Aldeguer, 54 mewakili tanggal lahirnya, yakni 5 April (5/4). Keterikatan emosional ini bahkan diabadikan Aldeguer melalui tato di lengannya. Toprak sendiri menanggapi situasi ini dengan santai meski harus merelakan identitas lamanya.
“Sayangnya, mustahil bagi saya untuk menggunakan nomor 54. Aldeguer sudah memakainya sejak lama dan dia punya tato angka itu. Kadang uang bisa berarti banyak, tapi bukan untuk urusan ini,” ujar Toprak sambil berkelakar.
Kembali ke Akar: Kode Nomor 7?
Kehilangan nomor 54 tidak membuat Toprak berkecil hati. Pembalap berusia 28 tahun ini justru memberikan sinyal akan menghidupkan kembali memori masa lalu melalui nomor start yang pernah ia gunakan di awal karier balapnya.
“Saya punya nomor lain yang dulu pernah saya pakai. Bukan 1, bukan juga 54. Tapi kalau kalian melihat foto-foto lama saya, kalian akan tahu nomor apa itu,” ucapnya penuh rahasia.
Jika menilik catatan sejarahnya, besar kemungkinan Toprak akan menggunakan nomor 7. Angka ini ia gunakan saat berkompetisi di Yamaha R6 Cup Jerman musim 2011–2012 dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Menariknya, nomor 7 adalah nomor legendaris milik ikon balap Inggris, Barry Sheene. Jika benar dipilih, maka angka 7 akan kembali menghiasi grid depan MotoGP setelah sekian lama tidak digunakan oleh pembalap reguler.
Meski harus menanggalkan angka 54 yang bersejarah, publik meyakini bahwa performa spektakuler Toprak tidak akan luntur. Keputusan resmi mengenai nomor start baru ini baru akan diumumkan menjelang tes pramusim atau debut perdananya bersama Pramac Yamaha pada awal 2026.
Bagi para penggemar, gaya pengereman ekstrem dan aksi stoppie khas Toprak tetap akan menjadi identitas utama yang lebih kuat daripada sekadar angka di fairing motor. MotoGP 2026 dipastikan akan semakin berwarna dengan kehadiran sang raja WSBK ini, terlepas dari nomor apapun yang menempel di motornya. (*)
Editor : Indra Zakaria