NEVADA – Sorotan dunia bela diri campuran kini tertuju pada duel krusial di kelas bantam yang akan mempertemukan sepupu Khabib Nurmagomedov, Umar Nurmagomedov, melawan mantan penguasa kelas terbang, Deiveson Figueiredo. Pertarungan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026 di Nevada, Amerika Serikat, sebagai salah satu sajian utama dalam gelaran UFC 324.
Menjelang laga tersebut, petarung kelas bantam Mario Bautista memberikan analisis tajam mengenai peta kekuatan kedua jagoan. Bautista menyatakan keyakinannya bahwa Umar Nurmagomedov tidak hanya akan memenangkan pertandingan, tetapi juga berpotensi mendominasi jalannya laga secara total. Bahkan, ia memprediksi bahwa petarung berjuluk "Si Elang Muda" tersebut mampu menyudahi perlawanan Figueiredo dengan kemenangan finis melalui teknik kuncian sebelum waktu pertandingan berakhir.
Prediksi ini tergolong berani mengingat Deiveson Figueiredo bukanlah lawan sembarangan. Petarung asal Brasil berjuluk "Si Dewa Perang" ini memiliki rekam jejak mentereng sebagai mantan juara dunia dan dikenal memiliki teknik duel bawah yang sangat memukau. Sejak memutuskan naik ke kelas bantam pasca kekalahan dari Brandon Moreno, Figueiredo telah membuktikan ketangguhannya dengan mengemas empat kemenangan signifikan, termasuk menumbangkan nama-nama besar seperti Cody Garbrandt dan Marlon Vera.
Namun, gaya bertarung Umar Nurmagomedov yang sangat taktis dan agresif dianggap menjadi ancaman serius bagi Figueiredo. Sepanjang karier profesionalnya, Figueiredo baru tercatat sekali menelan kekalahan melalui kuncian, sehingga upaya Umar untuk mengejar kemenangan finis akan menjadi ujian besar bagi kualitas grappling keduanya. Bagi Umar, kemenangan dalam laga ini akan menjadi penegasan bahwa dirinya adalah penantang gelar yang paling layak di divisi kelas bantam.
Situasi di kelas bantam sendiri saat ini sedang memanas, di mana komentator senior Michael Bisping turut mendesak UFC untuk segera memberikan kepastian gelar bagi Umar. Jika pemegang sabuk saat ini memutuskan untuk mengambil waktu istirahat yang cukup lama, Bisping menyarankan agar Umar Nurmagomedov dipertemukan dengan Petr Yan terlebih dahulu. Pemenang dari duel tersebut nantinya akan menghadapi sang juara bertahan, sebuah skenario yang diyakini akan menjaga momentum persaingan di kelas bantam tetap membara sepanjang tahun 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria