Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

UFC 324: Akui Kehebatan Gulat Justin Gaethje, Paddy Pimblett Tetap Incar Kemenangan KO

Redaksi Prokal • 2026-01-21 09:45:00
Justin vs Paddy (X)
Justin vs Paddy (X)

NEVADA – Petarung kelas ringan asal Inggris, Paddy Pimblett, bersiap menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya saat dijadwalkan bersua veteran tangguh Justin Gaethje di ajang UFC 324. Pertarungan yang memperebutkan sabuk interim kelas ringan ini akan digelar di T-Mobile Arena, Nevada, pada 25 Januari 2026. Menjelang duel panas tersebut, petarung yang akrab disapa "The Baddy" ini memberikan pandangannya terhadap sosok Gaethje yang ia sebut sebagai raja dalam pertarungan sengit.

Pimblett mengaku sangat antusias bisa berbagi oktagon dengan Gaethje, petarung yang memiliki rekam jejak mentereng di kelas 155 pound. Ia menaruh hormat pada perjalanan karier Gaethje yang pernah memegang sabuk interim, menghadapi legenda Khabib Nurmagomedov, hingga memenangkan sabuk BMF. Selama menjalani 35 laga termasuk di level amatir, Pimblett merasa belum pernah benar-benar terlibat dalam duel berdarah yang sangat menguras tenaga, dan ia merasa Gaethje adalah lawan yang tepat untuk menguji ketahanannya tersebut.

Dalam analisisnya, Pimblett tidak menampik bahwa Justin Gaethje memiliki dua kelebihan utama, yakni kemampuan gulat yang sangat bagus dan keahlian dalam melakukan scrambling atau perebutan posisi di lantai oktagon. Kombinasi kemampuan tersebut telah mengantarkan Gaethje meraih 20 kemenangan KO sepanjang karier profesionalnya. Namun, alih-alih merasa terintimidasi, Pimblett justru melihat hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk membungkam para pengkritik yang selama ini meremehkan kemampuan gulat miliknya sendiri.

Meskipun memuji teknik gulat lawan, The Baddy sesumbar bahwa pertarungan ini tidak akan berjalan seketat yang diperkirakan banyak orang. Ia memiliki kepercayaan diri tinggi untuk mengalahkan Gaethje dalam posisi berdiri melalui pertukaran pukulan maupun tendangan. Pimblett mengingatkan publik pada kemenangannya atas Michael Chandler, di mana ia mampu menjatuhkan lawan yang secara teknis diunggulkan dalam gulat.

Pimblett menegaskan bahwa jika pertarungan akhirnya harus berlanjut ke bawah, ia yakin Gaethje tidak akan mampu bangkit kembali. Namun, fokus utamanya tetaplah mengincar kemenangan KO yang spektakuler melalui adu striking. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa duel ini bukan sekadar pertemuan antara seorang pegulat dan petarung berdiri, melainkan pembuktian siapa petarung MMA yang paling lengkap dan berbahaya di dalam oktagon.(*)

Editor : Indra Zakaria