TRENTINO – Tim pabrikan Ducati memberikan sinyal kuat akan melakukan perombakan teknis besar-besaran pada motor Desmosedici untuk musim MotoGP 2026. Langkah ini diambil secara khusus untuk memulihkan performa Francesco 'Pecco' Bagnaia yang sempat meredup pada musim sebelumnya.
Kabar tersebut mencuat dalam acara peluncuran corak (livery) baru Ducati yang digelar di Madonna di Campiglio, Trentino, Selasa (20/1/2026). Fokus utama pengembangan tim Borgo Panigale kali ini tertuju pada evolusi radikal perangkat pengatur ketinggian motor (ride height device).
Bos teknis Ducati, Gigi Dall’Igna, bersama Direktur Teknis Davide Barana, mengakui bahwa musim 2025 menjadi momen yang kontradiktif bagi timnya. Di satu sisi, Marc Marquez tampil sangat dominan dengan 11 kemenangan dan mengunci gelar juara dunia. Di sisi lain, Pecco Bagnaia justru terpuruk di posisi kelima klasemen akhir dengan hanya mengantongi dua kemenangan.
Masalah utama Bagnaia terletak pada hilangnya feeling pada bagian depan motor GP25, yang menghambat keunggulan utamanya dalam teknik pengereman ekstrem. Dall’Igna mengonfirmasi bahwa perangkat pengatur ketinggian versi lama menjadi salah satu "biang kerok" ketidakstabilan tersebut.
"Kami akan menghadirkan versi terbaru dan tercanggih dari sistem pengatur ketinggian pada 2026. Ini adalah langkah krusial sebelum teknologi ini dibatasi oleh regulasi baru di masa depan," tegas Gigi Dall’Igna.
Pembaruan ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Berdasarkan hasil uji coba pascamusim di Valencia, Bagnaia memberikan testimoni yang sangat positif. Ia menyebut purwarupa motor 2026 sebagai motor terbaik yang pernah ia tunggangi sejak meraih gelar juara dunia pertamanya pada 2022.
Peningkatan pada sistem pengatur ketinggian ini diharapkan mampu memberikan stabilitas lebih saat motor keluar dari tikungan dan meminimalisir kendala teknis yang sempat memaksa Bagnaia kembali menggunakan komponen spesifikasi 2024 pada musim lalu.
Dengan integrasi teknologi terbaru ini, Ducati optimistis dapat mengembalikan Bagnaia ke jalur perebutan gelar juara dunia, sekaligus mempertahankan dominasi pabrikan Italia tersebut di grid MotoGP.(*)
Editor : Indra Zakaria