Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jelang UFC 324: Tak Terpaku Gelar Juara, Umar Nurmagomedov Siap Hadapi Skenario Apapun

Redaksi Prokal • 2026-01-23 11:45:00
Petarung kelas bantam UFC Umar Nurmagomedov (posisi di atas) saat bertarung Bekzat Almakhan (posisi di bawah). (ANTARA/Laman MMA fighting/Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images)
Petarung kelas bantam UFC Umar Nurmagomedov (posisi di atas) saat bertarung Bekzat Almakhan (posisi di bawah). (ANTARA/Laman MMA fighting/Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images)

LAS VEGAS – Jagoan kelas bantam yang sedang naik daun, Umar Nurmagomedov, menegaskan bahwa ambisi utamanya saat ini bukan sekadar mengejar duel perebutan gelar juara. Petarung berjulukan "Si Elang Muda" ini dijadwalkan akan menghadapi ujian berat melawan mantan penguasa kelas terbang, Deiveson Figueiredo, dalam ajang UFC 324 yang akan berlangsung pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, waktu Indonesia.

Meskipun kemenangan atas petarung sekaliber Figueiredo secara teori akan memuluskan langkahnya menuju takhta juara, Umar mengaku tetap bersikap realistis dan terbuka terhadap segala opsi yang ditawarkan oleh organisasi pimpinan Dana White tersebut. Ia menyadari bahwa dinamika di kelas bantam sangat cair, terutama dengan adanya kemungkinan duel ulang antara Merab Dvalishvili dan Petr Yan yang bisa saja menunda kesempatannya maju ke laga perebutan sabuk.

Menariknya, sepupu dari legenda Khabib Nurmagomedov ini juga melirik potensi pertarungan besar lainnya di UFC 324, yakni melawan Sean O'Malley. Mengingat O'Malley juga dijadwalkan bertanding melawan Song Yadong dalam ajang yang sama, Umar menilai duel melawan bintang asal Amerika Serikat itu akan menjadi kesempatan luar biasa. Baginya, bertarung dalam lima ronde sebagai partai utama melawan O'Malley merupakan opsi yang sangat menarik dan bernilai jual tinggi.

Terkait peta persaingan di kelas bantam, Umar juga memberikan klarifikasi mengenai hubungannya dengan Petr Yan yang belakangan sempat disinggung oleh Khabib. Ia menjelaskan bahwa meski mereka bukan teman dekat, hubungan keduanya bukanlah musuh. Umar menilai pertarungan sesama petarung asal Rusia untuk memperebutkan gelar juara UFC justru akan menjadi momen besar bagi negaranya. Baginya, tidak ada petarung yang ingin melawan teman sendiri, namun menghadapi kompetitor yang dihormati adalah hal yang profesional.

Dengan rekam jejak yang belum terkalahkan, Umar Nurmagomedov menatap UFC 324 sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya layak berada di level teratas. Fokusnya kini adalah memastikan kemenangan atas Figueiredo terlebih dahulu sebelum memikirkan siapa lawan selanjutnya, entah itu Petr Yan untuk gelar juara atau Sean O'Malley dalam duel superfight.

Si Elang Muda menutup dengan penegasan bahwa dirinya siap bertarung melawan siapa pun yang diberikan UFC kepadanya. Kesiapan fisik dan mental yang ia bangun di kamp pelatihan menjadi modal utama untuk menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi setelah berakhirnya UFC 324 akhir pekan nanti. (*)

Editor : Indra Zakaria