Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

UFC 324: Duel "Nightmare Matchup", Justin Gaethje Diunggulkan Hancurkan Rekor Tak Terkalahkan Paddy Pimblett

Redaksi Prokal • 2026-01-24 23:19:22
Justin Gaethje (kiri) dan Paddy Pimblett bercengkrama.
Justin Gaethje (kiri) dan Paddy Pimblett bercengkrama.

 

LAS VEGAS – Panggung T-Mobile Arena, Las Vegas, siap menjadi saksi bentrokan dua bintang besar kelas ringan dalam tajuk utama UFC 324 pada Sabtu (24/1) malam waktu setempat. Laga ini menjadi kartu UFC pertama sejak pertengahan Desember lalu dan langsung menyita perhatian publik MMA global karena mempertemukan sang veteran tangguh, Justin Gaethje, dengan bintang muda yang sedang naik daun, Paddy Pimblett.

Justin Gaethje, yang dijuluki The Highlight, datang dengan reputasi mentereng sebagai peringkat kelima kelas ringan versi ESPN. Mantan penantang gelar juara dunia ini mengantongi modal kuat lewat tiga kemenangan dari empat laga terakhirnya, termasuk kemenangan dominan atas Rafael Fiziev.

Di sudut lain, Paddy Pimblett menempati peringkat ketujuh dengan status tak terkalahkan di UFC. Petarung asal Inggris ini baru saja meraih kemenangan besar melalui KO ronde ketiga atas Michael Chandler. Meski Pimblett dikenal sebagai spesialis grappling dan submission, mayoritas analis MMA justru lebih menjagokan Gaethje dalam duel lima ronde ini.

Mantan rival Gaethje, Dustin Poirier, menilai gaya bertarung Pimblett terlalu berisiko. Menurutnya, Paddy sering kali membiarkan dagunya terbuka dan kurang disiplin dalam bertahan, sebuah kesalahan fatal jika harus berhadapan dengan petarung bertenaga murni seperti Gaethje.

Senada dengan Poirier, Anthony Smith menyoroti ketangguhan pertahanan takedown milik Gaethje.

“Saat Justin tidak ingin dijatuhkan, dia hampir mustahil dijatuhkan. Paddy adalah petarung yang mudah terkena pukulan, dan itu menjadi masalah besar saat berhadapan dengan Gaethje,” ungkap Smith.

Analis senior Din Thomas bahkan menyebut laga ini sebagai "nightmare matchup" bagi Pimblett. Ia mengingatkan bahwa hanya Khabib Nurmagomedov yang benar-benar mampu mendominasi Gaethje di area bawah. Setiap upaya Pimblett untuk melakukan takedown diyakini akan dibayar mahal dengan serangan counter yang keras.

Meski demikian, Michael Chiesa berpendapat peluang Pimblett belum tertutup sepenuhnya. Jika Pimblett mampu bertarung cerdas dengan menjaga jarak dan mengandalkan striking jarak jauh tanpa terjebak dalam baku hantam, kemenangan lewat keputusan juri masih mungkin diraih. Namun, secara keseluruhan, kombinasi pengalaman, kekuatan pukulan, dan latar belakang gulat NCAA Division I membuat Justin Gaethje menjadi favorit utama untuk keluar sebagai pemenang di Las Vegas.(*)

Editor : Indra Zakaria