Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalahkan Paddy, Justin Gaethje Juara Interim Dua Kali di Kelas Lightweight

Indra Zakaria • 2026-01-25 13:01:18
Baku hantam Paddy Pimblet versus Justin Gaethje. Justin menang angka atas Paddy dan menjadi juara interim untuk kedua kalinya. (X)
Baku hantam Paddy Pimblet versus Justin Gaethje. Justin menang angka atas Paddy dan menjadi juara interim untuk kedua kalinya. (X)

LAS VEGAS – Pertarungan penuh respek tersaji di oktagon saat Justin "The Highlight" Gaethje berhasil mengalahkan Paddy Pimblett lewat keputusan juri (unanimous decision). Meski gagal meraih kemenangan, Pimblett menunjukkan daya tahan luar biasa yang membuat Gaethje memberikan label "gangster" kepada petarung asal Liverpool tersebut.

Gaethje: "Scousers Sulit Tumbang!"

Usai laga, Justin Gaethje memberikan pujian setinggi langit kepada lawannya. Gaethje mengakui ketangguhan Pimblett yang sulit dijatuhkan meski telah menerima rentetan serangan keras.

Kompilasi duel Justin versus Paddy.
Kompilasi duel Justin versus Paddy.

"Paddy benar; orang-orang Liverpool (scousers) memang tidak bisa dipukul KO! Dia benar-benar seorang gangster," ujar Gaethje.

Meski menang, Gaethje mengaku sempat ditegur oleh pelatihnya karena terlalu bernafsu di ronde pertama. "Pelatih saya marah setelah ronde pertama karena saya keluar dari strategi. Saya terlalu mencintai olahraga ini hingga sulit mengendalikan diri. Saya tahu saya harus menekannya agar ia kehilangan momentum, karena Paddy punya timing yang sangat berbahaya."

Pimblett: "Legenda Tetaplah Legenda"

Di sisi lain, Paddy Pimblett menerima kekalahannya dengan kepala tegak. Petarung berusia 31 tahun itu mengakui bahwa menghadapi sosok yang ia tonton sejak kecil adalah sebuah kehormatan, meski target sabuk juara harus tertunda.

"Tidak ada orang lain yang lebih layak mengalahkan saya selain 'The Highlight'. Dia adalah legenda yang saya tonton sejak saya tumbuh dewasa," kata Pimblett.

Pimblett mengakui bahwa serangan ke arah tubuh (body shot) dari Gaethje di ronde pertama menjadi titik balik yang menghambat performanya. "Saya pikir skor 48-47 (untuk Gaethje) sangat adil. Dia memukul saya dengan serangan badan di ronde pertama dan itu benar-benar berdampak. Tapi saya baru 31 tahun, saya akan kembali lebih kuat. Kalian belum melihat akhir dari saya." (*)

Editor : Indra Zakaria