PROKAL.CO- Dunia tinju kelas berat kembali bergejolak setelah sang legenda asal Inggris, Tyson Fury, secara resmi mengumumkan pembatalan pensiunnya dan bersiap kembali ke atas ring. Petinju berjuluk "The Gypsy King" ini dijadwalkan akan menghadapi tantangan besar dari petinju tangguh asal Rusia, Arslanbek Makhmudov, dalam sebuah laga akbar yang akan digelar di tanah Britania pada 11 April mendatang. Kembalinya Fury menjadi berita utama yang paling dinantikan setelah dirinya sempat menyatakan gantung sarung tinju pasca kekalahan menyakitkan dari Oleksandr Usyk pada Desember 2024 lalu.
Hasrat bertarung petinju berusia 37 tahun ini tampaknya belum padam sama sekali. Fury menegaskan bahwa hatinya akan selalu terpaku pada dunia tinju dan ia merasa terpanggil untuk kembali merebut takhta yang sempat hilang. Dengan catatan rekor yang mengesankan, yakni tiga puluh empat kemenangan dari tiga puluh tujuh laga, Fury ingin membuktikan bahwa dirinya masih merupakan kekuatan utama di divisi kelas berat. Keputusannya untuk kembali di awal Januari 2026 ini seolah mengirimkan pesan peringatan kepada para rivalnya bahwa sang "Raja" telah siap untuk menguasai ring sekali lagi.
Laga comeback ini diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi Fury. Lawannya, Arslanbek Makhmudov, bukanlah petinju sembarangan. Makhmudov datang dengan modal kemenangan meyakinkan dalam dua puluh satu laga dari dua puluh tiga pertandingan yang telah dilakoninya. Terakhir, petinju Rusia ini menunjukkan kegarangannya dengan menumbangkan petinju Inggris, Dave Allen, pada Oktober 2025. Pertarungan ini juga menjadi momen emosional bagi Fury, karena ia akhirnya kembali bertanding di hadapan publik Inggris setelah terakhir kali naik ring di London pada akhir tahun 2022.
Meski pernah mengecap manisnya gelar juara dunia dari berbagai federasi seperti WBA, IBF, WBO, hingga WBC, Tyson Fury masih menyimpan satu ambisi besar yang belum tercapai, yakni menyandang status juara dunia tak terbantahkan (undisputed champion). Ambisi inilah yang disinyalir menjadi bahan bakar utama bagi kembalinya sang raksasa dari Morecambe tersebut. Dua kekalahan beruntun dari Usyk di tahun sebelumnya menjadi noda yang ingin segera dihapusnya dalam rangkaian petualangan barunya di tahun ini.
Kembalinya Tyson Fury ke ring tinju dipastikan akan menyedot perhatian global dan mengubah peta persaingan kelas berat dunia. Pertarungan melawan Makhmudov pada April nanti akan menjadi ujian pertama bagi Fury untuk membuktikan apakah ia masih memiliki kecepatan dan kekuatan yang sama seperti saat ia menumbangkan Wladimir Klitschko atau Deontay Wilder di masa lalu. Kini, seluruh mata pecinta tinju tertuju pada Inggris, menantikan apakah sang jagoan mampu memenuhi janjinya untuk kembali berkuasa atau justru harus tunduk pada dominasi kekuatan baru. (*)
Editor : Indra Zakaria