SYDNEY – Menjelang penampilannya di co-main event UFC 325, Dan Hooker membuat pengakuan jujur mengenai perjalanan kariernya yang unik sekaligus ironis. Meski telah menghuni peringkat 15 besar kelas ringan selama delapan tahun tanpa terputus, jagoan asal Selandia Baru ini mengakui bahwa ia belum pernah sekali pun merasakan laga perebutan gelar, bahkan untuk sabuk interim sekalipun.
Dalam wawancara eksklusif pada Kamis (29/1/2026), petarung berjuluk The Hangman ini tertawa saat mengenang betapa lamanya ia bertahan di jajaran elite divisi yang pernah dikuasai Khabib Nurmagomedov tersebut. Sejak masuk peringkat—yang ia perkirakan sekitar tahun 2018—Hooker menyebut dirinya sebagai sosok yang "susah dibunuh" di daftar penantang. Meskipun CV-nya mentereng dengan nama-nama besar seperti Dustin Poirier hingga Islam Makhachev, posisi Hooker justru sering disalip oleh petarung-petarung yang lebih junior.
Hooker secara jantan mengakui bahwa kegagalannya mendekati sabuk juara adalah kesalahannya sendiri. Ia merasa sering kali kehilangan fokus atau gagal meraih kemenangan justru dalam pertarungan krusial yang seharusnya menjadi jembatan menuju takhta juara. Ia menyadari pola permainannya yang unik: ia baru akan tampil luar biasa dan "terbangun" justru saat nasibnya berada di ujung tanduk atau terancam dipecat. Sifatnya yang baru panas saat terdesak itulah yang menurutnya membuat momentum menuju title shot sering terlepas.
Menanggapi kritik soal rekor kekalahannya yang mencapai 13 kali, Hooker memberikan jawaban menohok. Menurutnya, publik yang mengkritik tidak memahami dinamika UFC. Baginya, alasan ia tetap dipertahankan meski sering kalah adalah karena ia selalu mampu memberikan pertunjukan hiburan (6 kali meraih Fight of the Night) dan selalu bangkit untuk menyelamatkan pekerjaannya dengan performa gemilang di saat-saat kritis.
Kini, menatap duel melawan Benoit Saint Denis di Sydney pada Minggu (1/2/2026), Hooker merasa sangat antusias. Ia melihat awal tahun 2026 sebagai masa kebangkitan kelas ringan yang sempat stagnan. Dengan banyaknya pergerakan di peringkat 10 besar, termasuk laga para rivalnya di kartu yang sama, Hooker berharap kemenangan akhir pekan ini bisa membawanya keluar dari "zona nyaman" peringkat menengah dan akhirnya memberikan alasan bagi UFC untuk memberinya kesempatan memperebutkan sabuk emas. (*)
Editor : Indra Zakaria