SYDNEY – Mauricio Ruffy akhirnya membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar tukang pukul biasa. Di bawah gemerlap lampu UFC 325, petarung yang digadang-gadang sebagai calon bintang besar ini menunjukkan evolusi mengerikan dalam permainannya dengan menumbangkan petarung elite, Rafael Fiziev, lewat kemenangan TKO di ronde kedua.
Kemenangan ini terasa sangat manis bagi Ruffy, mengingat ia datang dengan beban kekalahan pahit dari Benoît Saint Denis di laga sebelumnya.
Berbeda dengan penampilannya yang lalu di mana ia tampak terburu-buru, Ruffy kali ini tampil dengan "kepala dingin". Banyak pihak menilai ketenangan ini adalah hasil dari kamp pelatihannya bersama sang legenda, Alexander Volkanovski.
Pada ronde pertama, Rafael Fiziev sebenarnya sempat mendominasi dengan tendangan-tendangan keras yang menyudutkan Ruffy ke pagar oktagon. Namun, bukannya panik, Ruffy justru terlihat sangat sabar membaca pergerakan lawan. Ia membiarkan Fiziev menguras energi sebelum akhirnya menemukan celah di akhir ronde pertama.
Memasuki ronde kedua, kendali permainan sepenuhnya beralih ke tangan Ruffy. Puncaknya terjadi di menit terakhir saat sebuah right cross (pukulan silang kanan) mendarat telak di wajah Fiziev. Suara hantaman pukulan tersebut terdengar sangat keras di seluruh arena, menyerupai bunyi tongkat bisbol yang memukul bola.
Fiziev yang dikenal memiliki dagu baja pun tak mampu menahan dampaknya. Meski sempat mencoba berdiri, Fiziev kembali tersungkur kehilangan keseimbangan. Wasit segera menghentikan laga dengan 30 detik tersisa di ronde kedua untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kemenangan dominan atas petarung peringkat atas seperti Fiziev langsung melambungkan kepercayaan diri Ruffy. Sesaat setelah tangannya diangkat sebagai pemenang, Ruffy tidak membuang waktu untuk menantang dua nama paling populer di UFC.
"Paddy Pimblett, Conor McGregor... saya siap untuk kalian!" teriak Ruffy ke arah kamera. Dengan kombinasi kekuatan KO yang menakutkan dan ketenangan mental yang baru, Mauricio Ruffy kini resmi menjadi ancaman serius bagi siapa pun di jajaran papan atas kelas ringan. (*)
Editor : Indra Zakaria