DUBAI – Dominasi keluarga Nurmagomedov di kancah MMA global tampak masih jauh dari kata usai. Setelah sukses mempertahankan gelar juara kelas ringan PFL pada Sabtu lalu dengan membuat Alfie Davis pingsan di atas matras, Usman Nurmagomedov kini mulai mengarahkan pembicaraan kepada para petarung elite di UFC.
Bertanding di Dubai dengan didampingi sang sepupu, Khabib Nurmagomedov, petarung tak terkalahkan berusia 27 tahun ini mengakhiri perlawanan Davis di ronde ketiga melalui teknik arm triangle choke. Kemenangan impresif ini memicu diskusi hangat di kalangan penggemar: sejauh mana kemampuan Usman jika diadu dengan para raksasa di oktagon UFC?
Menanggapi potensi pertemuan dengan juara kelas ringan UFC saat ini, Ilia Topuria, serta penantang peringkat pertama Arman Tsarukyan, Usman tetap menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Meskipun ia mengakui bahwa tingkat keterampilan petarung UFC menuntut persiapan yang berbeda, ia meyakini hasil akhirnya tidak akan berubah.
"Persiapan untuk mereka tentu akan berbeda karena mereka berada di level skill yang berbeda. Arman, misalnya, memiliki kemampuan gulat dan serangan berdiri. Tapi, hasilnya akan tetap sama," tegas Usman. Ia pun menambahkan komentar pedas sebagai pembanding, "Tidak seperti Arman, saya tidak punya catatan kekalahan." dilansir yahoo.sport.
Saat ini, peta persaingan di kelas ringan memang terbagi. Di UFC, Ilia Topuria yang memegang sabuk juara diperkirakan akan menghadapi Justin Gaethje yang baru saja memenangkan gelar interim setelah mengalahkan Paddy Pimblett. Sementara itu, Usman Nurmagomedov terus membangun warisannya sendiri di luar UFC, membuktikan bahwa nama besar Nurmagomedov tetap menjadi momok menakutkan bagi siapa pun, terlepas dari promosi mana mereka bernaung. (*)
Editor : Indra Zakaria