Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Persaingan Promotor Tinju, Dana White Sindir Oscar De La Hoya: Bisnis Tinju Seperti Mengalahkan Bayi

Redaksi Prokal • 2026-02-17 14:15:00
CEO UFC Dana White
CEO UFC Dana White

LAS VEGAS– Persaingan di dunia promotor tinju memanas seiring dengan ekspansi agresif Bos UFC, Dana White, melalui bendera Zuffa Boxing. Setelah sukses menggelar ajang ketiganya di Meta Apex, Las Vegas, pada Minggu (15/2/2026), White tak segan melontarkan kritik tajam yang mempermalukan para promotor mapan, terutama rival lamanya, Oscar De La Hoya.

Dana White mengaku terkejut dengan minimnya tantangan yang ia hadapi saat merambah ke industri tinju. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan Zuffa Boxing 3, pria berkepala pelontos ini menggambarkan persaingan bisnis dengan para promotor senior seperti Eddie Hearn dan Oscar De La Hoya layaknya sebuah ketimpangan kelas.

"Tidak ada perlawanan sama sekali. Ini seperti datang dan mengalahkan bayi-bayi. Saya sebenarnya mengharapkan perlawanan yang lebih berani, tetapi mereka semua benar-benar berada di luar level mereka," ujar White dengan nada menyindir.

Ketegangan antara White dan De La Hoya memang telah berlangsung lama, namun kali ini White menyerang titik terlemah bos Golden Boy Promotions tersebut. Ia menyinggung laporan mengenai krisis finansial yang tengah menjerat De La Hoya. Mantan petinju legendaris itu dikabarkan terlilit utang sebesar 27 juta dolar AS atau sekitar 454 miliar rupiah terkait pinjaman properti kantor pusatnya di Los Angeles.

Tak hanya soal finansial, White juga menyindir kekacauan internal di kubu Golden Boy Promotions. De La Hoya diketahui tengah menggugat petarung andalannya sendiri, Vergil Ortiz Jr., setelah sang petinju melakukan negosiasi mandiri tanpa sepengetahuan pihak promotor. Menurut White, perilaku De La Hoya yang "bicara omong kosong" dan masalah hukum yang membelitnya menunjukkan bahwa industri tinju tradisional sedang dalam kondisi cemas menghadapi kehadiran Zuffa Boxing.

Dana White meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang menentukan bagi masa depan tinju. Ia merasa dominasi model bisnis UFC yang ia bawa ke ring tinju telah membuat para pemain lama merasa terancam. "Semua orang merasakannya. Ini sudah terjadi dan ini akan menjadi tahun yang sangat seru," tegasnya.

Hadirnya Zuffa Boxing diprediksi akan terus mengguncang status quo promotor tinju dunia yang selama ini dikuasai oleh segelintir nama besar. Dengan gaya kepemimpinannya yang provokatif namun efektif, Dana White tampaknya siap mengambil alih kendali panggung tinju global sebagaimana ia menguasai dunia MMA. (*)

Editor : Indra Zakaria