LONDON – Keputusan UFC dalam menyusun jadwal pertarungan untuk Michael "Venom" Page (MVP) di ajang UFC London pada 21 Maret 2026 mendatang menuai polemik. Pasalnya, bintang asal Inggris tersebut dijadwalkan akan berhadapan dengan Sam Patterson, petarung muda yang hingga kini belum menembus jajaran peringkat Top 15 kelas welter.
Langkah ini rupanya memicu kekesalan mendalam bagi Page. Mantan bintang Bellator itu merasa kualitas lawannya justru mengalami penurunan alih-alih peningkatan. Kekecewaan ini mendapat perhatian khusus dari legenda sekaligus komentator UFC, Daniel Cormier, yang mengaku sangat memahami mengapa Page merasa tidak dihargai oleh organisasi tersebut.
Daniel Cormier menegaskan bahwa pendapatnya ini sama sekali bukan bermaksud untuk meremehkan kemampuan Sam Patterson. Ia mengakui bahwa Patterson adalah petarung muda yang sangat tangguh dan memiliki potensi besar di masa depan. Namun, Cormier menilai bahwa profil Patterson bukanlah tipe lawan yang seharusnya dihadapi oleh petarung dengan nama besar dan jam terbang setinggi Michael Page.
Cormier menyoroti rekam jejak Page yang sebelumnya telah melewati laga-laga besar melawan nama-nama beken seperti Ian Garry, Shara Bullet, hingga Kevin Holland. Menurutnya, setelah menghadapi lawan-lawan kaliber tersebut, seorang petarung tentu mengharapkan duel yang bisa membawanya melangkah maju menuju takhta juara, bukan justru "turun kelas" melawan petarung tanpa peringkat.
Situasi ini dianggap Cormier sangat kontras, terutama mengingat Page baru saja terlibat dalam persaingan dengan petarung yang berada di lingkaran perebutan gelar juara dunia. Baginya, wajar jika MVP merasa frustrasi karena ekspektasi akan adanya peningkatan level lawan tidak dipenuhi oleh pihak promotor.
Hingga saat ini, duel Page versus Patterson tetap dijadwalkan sebagai bagian dari rangkaian UFC London. Meskipun Page menunjukkan rasa kecewanya, laga ini akan menjadi pembuktian bagi Sam Patterson untuk menunjukkan bahwa dirinya layak berada di satu oktagon dengan sang veteran, sekaligus menjadi ujian bagi Page untuk tetap profesional di tengah rasa kesalnya terhadap manajemen UFC.(*)
Editor : Indra Zakaria